Sawung Jabo meriahkan Forum Penyair Internasional Indonesia

Senin, 9 April 2012 | 21:22 WIB ET
Sawung Jabo (kiri) dan Henky Kurniadi
Sawung Jabo (kiri) dan Henky Kurniadi

SURABAYA, kabarbisnis.com: Musisi legendaris Sawung Jabo menyambut antusias pergelaran Forum Penyair Internasional Indonesia (FPII) 2012 yang akan memasuki puncaknya di Surabaya, 10-12 April 2012. Jabo datang khusus dari Australia, tempat dia selama ini tinggal.

"Saya antusias menyambut FPII. FPII tidak hanya menjadi ajang bertemu muka para seniman dan penyair lintas negara, tapi juga sarana untuk menyambung rasa dan saling pengertian untuk mewujudkan peradaban global yang lebih baik," ujar Jabo kepada wartawan di Surabaya, Senin (9/4/2012).

Jabo mengatakan, menggelar festival kebudayaan skala global seperti FPII bukan hal yang gampang. Masalahnya bukan hanya pada biaya, tapi juga memadukan konsep kegiatan. "Tapi saya salut, ada ikhtiar untuk menjalin pemahaman melampaui batas kultur, negara, dan agama," kata Jabo yang dikenal lewat aksinya dalam kelompok "Swami" dan "Kantata Takwa" bersama musisi Iwan Fals, Jockie Suryoprayogo, dan Setiawan Djodi.

Jabo akan tampil pada acara utama FPII di Gedung Cak Durasim, Surabaya, Rabu malam (11/4/2012). Jabo sudah menyiapkan serangkaian komposisi untuk menghibur publik seni di Surabaya. Sejumlah lagu legendaris seperti "Tuhan Itu", "Burung Kecil", "Langit Merah", "Bidadari Termangu", dan "Anak Wayang" akan dibawakan Jabo.

Kali ini Jabo akan tampil bersama kelompok musiknya, Sirkus Barock. Sirkus Barock beranggotakan Joel L. Tampeng (gitar), Ucok Hutabarat (biola), Deny Dumbo (perkusi), Endi Barock (drum), Bagus (kibor), Sinoeng Garjito (bas), dan Jabo sendiri sebagai vokalis.

Musisi kelahiran Surabaya 4 Mei 1951 tersebut berjanji akan menampilkan aksi panggung yang menarik. Aksi panggung Jabo sendiri memang tak perlu diragukan. Pengalamannya bergabung di Bengkel Teater Rendra asuhan W.S. Rendra menggaransi kemampuannya dalam hal penguasaan panggung. Jabo juga dikenal sebagai seniman yang dituakan setelah WS Rendra. Apalagi, di Australia Jabo juga aktif berteater dengan sejumlah aktor dan sutradara dari negara tersebut.

Penggagas acara FPII, Henky Kurniadi, mengatakan, kehadiran Sawung Jabo akan mampu mengobati publik seni di Surabaya. "Kami sengaja memadukan aksi pembacaan puisi dari para penyair lintas negara yang nantinya dipungkasi dengan penampilan Sawung Jabo. Ini sebuah perhelatan yang pasti jauh dari membosankan," tuturnya.

Jabo, kata Henky, di kalangan seniman-budayawan dianggap sebagai pengganti WS Rendra yang telah berpulang. "Selama ini Mas Willy (sapaan WS Rendra) selalu jadi panutan. Setelah dia berpulang, biasanya para seniman-budayawan ini selalu merujuk ke Mas Jabo. Meski dia tinggal di Australia, Mas Jabo aktif mengompori kalangan seniman-budayawan di Indonesia untuk terus berkreasi memproduksi karya," kata Henky.

Bagikan artikel ini: