Kalbe siap telan sejumlah produsen obat

Kamis, 3 Mei 2012 | 06:39 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Kalbe Farma Tbk berencana mengakuisisi sejumlah produsen yang bisnis utamanya sejalan dengan bisnis utama perusahaan itu, yakni obat-obatan. Upaya itu dilakukan dengan harapan industri farmasi di dalam negeri bisa terus berkembang.

Corporate Treasury and Investor Relations Kalbe Farma, Joyce Vidyayanti mengatakan, guna keperluan itu pihaknya saat ini telah melakukan uji kelayakan (due diligence) terhadap sejumlah perusahaan yang diincar. Sayangnya, Joyce belum dapat menjelaskannya secara rinci.

"Saat ini belum bisa konkret terkait itu. Masih menunggu hasil due diligence dan tunggu valuasi dari perusahaan-perusahaan itu," kata Joyce d Jakarta, Rabu (2/5/2012).

Menurutnya, guna membiayai akuisisi itu, dana diambilkan dari hasil pembelian kembali atau treasury stock. Jumlah saham di treasury stock sebesar 7,7 persen dari total saham yang beredar di publik. Nilai saham ini ditaksir mencapai Rp 3 triliun. "Kisaran nilai itu berdasarkan harga saham kami sekarang," katanya.

Dia ingin, setelah uji kelayakan rampung, akuisisi yang kabarnya untuk ke delapan perusahaan dapat segera diwujudkan.

Hingga sekarang, emiten farmasi terbesar di Indonesia ini sudah melebarkan sayap ke 10 negara. Antara lain ke Filipina, Malaysia, dan negara di Asia Tenggara lainnya. Ke depannya, perusahaan pun bakal tetap memfokuskan di Asia Tenggara.

Dengan pelebaran usaha ini, menurut Joyce, kontribusi penjualan dari ekspor ke luar negeri sebanyak 3 persen dari total penjualan Kalbe Farma. Sementara sisanya 97 persen masih didominasi oleh domestik. "Untuk lima tahun yang akan datang, kami menargetkan ekspor bakal tumbuh 7-10 persen dari total penjualan," katanya.

Dari setiap negara tujuan ekspor Kalbe Farma, Filipina masih menjadi tujuan utama. "25-30 persen ekspor kami untuk Filipina. Sisanya tersebar di negara lainnya," pungkas Joyce. kbc10

Bagikan artikel ini: