CIMB Niaga kucuri Bank UMKM Jatim Rp 50 M

Rabu, 6 Juni 2012 | 10:52 WIB ET

SUMENEP, kabarbisnis.com: Sebagai upaya untuk mendorong pengembangan sektor usaha mikro kecil dan menengah, Bank CIMB Niaga Bandung mengucurkan kredit mikro melalui skema linkage program kepada Bank UMKM Jawa Timur (Bank BPR Jatim) senilai Rp 50 miliar.

Direktur Utama Bank UMKM Jatim, R. Suroso, mengatakan, penandatanganan perjanjian dengan Bank CIMB Niaga Bandung tersebut dilakukan di Bandung, Selasa (5/6/2012) kemarin.

“Dana tersebut akan kami gulirkan untuk sektor mikro, utamanya Kredit Usaha Untuk Masyarakat (Kusuma) dengan plafon rata-rata Rp 17,5 juta per nasabah dengan bunga 12% per tahun,” kata Suroso disela pembukaan kantor Bank UMKM Jatim Cabang Sumenep, Rabu (6/6/2012).

Kerjasama pembiayaan dengan Bank CIMB Niaga tersebut, lanjut Suroso, berjangka waktu 5 tahun. Dia menjelaskan, sebelum kerjasama dengan Bank CIMB Niaga Bandung, Bank UMKM Jawa Timur telah bekerjasama dengan sedikitnya 26 lembaga, 4 di antaranya lembaga perbankan, yakni Bank Jatim, BNI, Bank Mandiri, dan Bank Permata.

Adapun lembaga non bank yang mengucurkan dananya diantaranya World Bank hingga kantor Kementerian Koperasi serta sejumlah yayasan.

“Dari kantor Kementerian Koperasi dan UKM Bank UMKM Jatim selama hingga kini mendapat kucuran dana Rp 82,6 miliar melalui program Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB), di antaranya melakukan sinergitas dengan BPR milik daerah di Jatim,” ungkap Suroso.

Sementara itu hingga 4 Juni 2012, Bank UMKM Jatim, telah menyalurkan kredit sebesar Rp 833miliar atau hampir mendekati target 2012 sebesar Rp 900 miliar. “Kredit tersebut terdiri atas executing Rp 764,587 miliar dan linkage programe Rp 68 miliar.”

Berdasarkan pencapaian tersebut, Suroso mengaku, manajemen Bank UMKM Jatim siap melakukan revisi target penyaluran kredit. “Harapannya pada 2014 mendatang penyaluran kredit Bank UMKM Jatim bisa di atas Rp 1 triliun,” ujarnya.

Menariknya, tingkat risiko kredit bermasalah (non performance loan /NPL) relatif rendah yakni 0,2% saja. Sedangkan dari sisi LDR yang berada diluar linkage mencapai 85%. “Sementara untuk dana yang dihimpun dari pihak ketiga (DPK) hingga 31 Mei tercatat Rp 670,810 miliar,” jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: