Jualan es krim, Campina incar Rp650 miliar

Jum'at, 15 Juni 2012 | 18:15 WIB ET
(Purna Budi Nugraha/Kabarbisnis.com)
(Purna Budi Nugraha/Kabarbisnis.com)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pasar es krim di Indonesia diyakini masih cukup besar. Dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup tinggi dengan tingkat ekonomi yang juga terus mengalami perbaikan, permintaan produk es krim tak lagi kecil. Sementara konsumsi es krim juga masih cukup kecil, hanya di kisaran 0,3 liter per kapita per tahun.

Menyasar pasar tersebut, salah satu perusahaan es krim PT Campina Ice Cream Industry terus berupaya meningkatkan produksi dan penjualan. Di tahun ini, perusahaan yang berbasis di Surabaya ini menargetkan penjualan mencapai Rp650 miliar, naik di kisaran 25% dibanding tahun lalu.

National Sales Manager PT Campina Ice Cream Industry, Adji Andjono mengatakan, selama ini Campina telah menjadi leader di bisnis es krim dalam negeri. Hal ini tidak lepas dari upaya Campina untuk terus melakukan inovasi produk dengan tetap mempertahankan kualitas, mutu dan rasa yang khas. Saat ini, sudah ada lebih dari 50 varian es krim yang tersebar di pasaran. Varian ini terus ditambah minimal sekitar tiga jenis dalam setiap tahunnya.

"Di tahun ini, kami sudah mengeluarkan es krim low fat bagi mereka yang ingin hidup sehat dengan menjadi vegetarian," kata Adji di sela acara kunjungan ke perusahaan Campina di Rungkut Surabaya, Jumat (15/6/2012).

Director PT Campina Ice Cream Industry, Hendro Hadipranoto mengungkapkan, kinerja Campina memang dari tahun ke tahun cukup bagus. Saat ini, produksinya mencapai tujuh juta hingga delapan juta liter per tahun. Sementara pertumbuhan penjualan bisa mencapai sekitar 20% per tahun.

Adapun pasar terbesar saat ini masih wilayah Jabodetabek dengan kontribusi sebesar 40% hingga 45%, disusul Jatim sebesar 30%. Sisanya dari berbagai wilayah di Jawa dan luar Jawa.

"Kami akan terus melakukan penetrasi pasar, khususnya untuk wilayah yang potensinya masih cukup besar, diantaranya Jatim yang saat ini masih menjadi kota terbesar ke dua. Di tahun ini, pertumbuhan untuk Jatim kami patok sebesar 35% sehingga kontribusinya bisa semakin besar," ujarnya.

Guna memperlancar distribusi ke seluruh nusantara, saat ini Campina telah memiliki 20 kantor perwakilan di seluruh Jawa dan 15 distributor utama di luar Jawa. "Kami juga ditunjang dengan armada yang cukup handal sehingga distribusi menjadi lancar," tegasnya.

Terkait harga jual, ia mengatakan memang tiap tahun ada penyesuaian harga atau kenaikan harga. Hal ini dipicu oleh kenaikan berbagai variable produksi, diantaranya bahan baku, kenaikan tarif listrik dan kenaikan gaji karyawan. "Biasanya, tiap tahun kami melakukan penyesuaian harga dikisaran 10%," ujarnya. kbc6

Bagikan artikel ini: