Komitmen investasi migas capai Rp195 triliun

Rabu, 20 Juni 2012 | 15:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Investasi di sektor minyak dan gas bumi (migas) diproyeksikan mencapai US$ 20,925 miliar atau sekira Rp 195 triliun pada tahun 2012. Angka tersebut naik signifikan dibanding realisasi investasi tahun 2011 yang sebesar US$ 13,9 miliar atau sekira Rp 130 triliun.

Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) R. Priyono mengatakan, realisasi investasi yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini menjadi fakta yang cukup menggembirakan dan menumbuhkan optimisme untuk masa mendatang.

"Kunci pengembangan industri hulu migas adalah investasi,” kata Priyono dalam keterangan tertulis BP Migas saat membuka Forum Ekonomi dan Keuangan 2012 di Bandung, Rabu (20/6/2012).

Dia menjelaskan, investasi migas terbagi menjadi empat kegiatan, yaitu produksi, pengembangan, eksplorasi, dan administrasi. Produksi menyumbang kontribusi terbanyak. Tahun ini, investasi kegiatan produksi diperkirakan sebesar US$ 12,84 miliar, pengembangan US$ 4,56 miliar, eksplorasi sebesar US$ 2,125 miliar, dan administrasi sebanyak US$ 1,4 miliar.

Priyono menjelaskan, secara makro, investor dunia melihat Indonesia sebagai tujuan yang menarik untuk berinvestasi. Beberapa indikator positif, antara lain pertumbuhan ekonomi yang masih cukup tinggi dan rating keuangan Indonesia yang meningkat. Industri hulu migas diharapkan dapat ikut memanfaatkan kondisi ini, mengingat secara geologis potensi cadangan migas masih cukup menarik.

"Guna menarik lebih banyak investor, BPMIGAS telah berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan terkait insentif fiskal yang diberikan, dan ereka setuju memberikan insentif,” ungkap Priyono sembari meminta kontraktor kontrak kerja sama (KKS) memberikan masukan dan saran terkait insentif apa saja yang perlu diberikan pemerintah untuk meningkatkan investasi. kbc9

Bagikan artikel ini: