Tahun depan, proyek jalan tol habiskan Rp500 M

Selasa, 21 Agustus 2012 | 12:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Guna membiayai sejumlah proyek jalan tol, pemerintah melalui rancangan anggaran pendapatan belanja negara (RAPBN) 2013 menganggarkan Rp 500 miliar.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto, anggaran tersebut akan digunakan untuk dua program. "Pertama anggaran tersebut digunakan sebagai dana talangan atau viability gap fund (VGF) dalam proyek jalan tol," kata Djoko di Jakarta (21/8/2012).

Viability gap fund merupakan dana talangan yang diberikan pemerintah untuk proyek-proyek infrastruktur. Dana ini disediakan untuk proyek yang tidak memiliki keuntungan besar atau memiliki waktu balik modal yang lama supaya investor masih tetap tertarik untuk mengikuti tender.

Menurut Djoko dengan adanya dana talangan itu diharapkan akan lebih banyak investor yang mau menggarap sektor infrastruktur. Selain itu dana tersebut juga memberikan jaminan terhadap sebuah proyek.

Anggaran Rp 500 miliar itu, kata Djoko, juga akan digunakan untuk menutup kemahalan harga tanah saat pembebasan lahan. Dalam rancangan anggaran pendapatan belanja negara 2013 anggaran tersebut digunakan untuk membantu 28 proyek jalan tol.

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, beberapa waktu lalu mengatakan pembebasan lahan menjadi masalah utama dalam proyek jalan tol. Negosiasi kerap mentok antara harga yang diminta pemerintah dengan yang diinginkan warga.

"Untungnya sekarang ada Peraturan Presiden (Perpres) No. 71 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pengadaan Lahan maka akan lebih mudah," kata Menteri Djoko.

Menurut Djoko, Perpres tersebut melindungi masyarakat soal kepemilikan lahan.

Beberapa proyek tol pemerintah yang terhambat pembangunannya adalah Kebon Jeruk-Ulujami, Cikampek-Palimanan, Semarang-Solo, Solo-Mantingan-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Surabaya-Mojokerto, Serpong-Cinere, serta Cibitung-Cilincing. kbc10

Bagikan artikel ini: