DPS serahkan kapal tanker pesanan Pertamina

Kamis, 30 Agustus 2012 | 22:39 WIB ET
(PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) kembali menyerahkan satu unit kapal tanker kakap pesanan PT Pertamina (Persero). Kabarbisnis / Purna Budi Nugraha)
(PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) kembali menyerahkan satu unit kapal tanker kakap pesanan PT Pertamina (Persero). Kabarbisnis / Purna Budi Nugraha)

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) kembali menyerahkan satu unit kapal tanker kakap pesanan PT Pertamina (Persero). Kapal yang memiliki bobot 6.500 Long Tonage Dead Weight (LTDW) ini adalah satu dari tiga kapal tanker sejenis yang telah dipesan oleh Pertamina sejak 2008.

Tanker dengan panjang 108 meter dan dilengkapi satu mesin induk berkapasitas 2.760 KW dan tiga unit generator kapasitas 3 x 350 kilowatt ini rencananya akan digunakan Pertamina untuk mengangkut white product oil didaerah pelosok dan terpencil guna memperlancar distribusi BBM di seluruh wilayah nusantara untuk mendukung ketahanan energi dalam negeri.

"Kapal tanker ini merupakan sister ship dari tiga tanker, yaitu Kamojang, Kakap, dan Kasim. Kamojang lebih dulu telah kami serahterimakan pada 2011.Rencananya, untuk tanker Kasim akan kami serahterimakan pada awal tahun depan," ujar Direktur Utama PT DPS, Tjahjono Roesdianto ketika ditemui pada acara serah terima tanker Kakap kepada PT Pertamina di Surabaya, Kamis malam (30/8/2012).

Dia mengungkapkan, perkembangan pembangunan kapal dalam negeri, termasuk dalam penyelesaian pembangunan tanker Kakap ini memang cukup berat. Bahkan, karena banyaknya kendala, akhirnya penyelesaiannya mundur selama 6 bulan dari kontrak.

"Ini karena industri pendukung galangan kapal dalam negeri masih minim. Sehingga sebagian besar material bahan baku harus kami impor dari luar negeri," akunya.

Menurutnya, sekitar 60% hingga 70% bahan baku pembuatan kapal baru masih harus impor dari luar negeri. Kondisi ini mengakibatkan pengerjaan kapal harus berpacu dengan fluktuasi harga bahan baku dan kesiapan vendor luar negeri. Sementara vendor luar negeri juga selalu mendahulukan konsumen dari berbagai galangan kapal dunia yang memiliki dukungan finansial yang kuat.

"Jadi kita harus cerdas menyiasatinya karena ketika tidak, kita bisa terbentur dengan berbagai kendala tersebut. Untuk itu, kami berupaya mendapatkan dukungan finansial yang kuat sehingga daya tawar menjadi kuat dan vendor akhirnya akan mengutamakan pesanan kami," ujarnya.

Dia mengungkapkan, kinerja DPS tahun ini masih terbilang bagus, walaupun menurun jika dibanding tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan beban pembangunan kapal baru lebih banyak jatuh pada tahun ini sehingga pengeluaran juga lebih besar.

Pada tahun ini, lanjutnya, selain dua kapal tanker pesanan Pertamina, DPS juga tengah menyelesaikan pembangunan dua unit kapal jenis LCT pesanan Global Trans dengan bobot 1.500 LTDW dan dua unit kapal pengangkut semen pesanan PT Tonasa Line. Rencananya, selain kapal tanker Kakap pesanan Pertamina, dua unit LCT pesanan Global Trans juga akan diserahterimakan pada tahun ini, yaitu pada Oktober dan Desember 2012.

"Dengan banyaknya unit kapal baru yang kami bangun, maka pendapatan kami di tahun ini kami perkirakan akan lebih besar dari devisi pembangunan kapal baru dengan persentase sekitar 60%, sementara divisi harkan atau perbaikan kapal hanya berkontribusi sebesar 40%," ujarnya. kbc6

Bagikan artikel ini: