Kadin: CEPA lebih layak dibanding FTA

Selasa, 4 September 2012 | 11:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dalam perdagangan global, Indonesia dihadapkan pada kerja sama perdagangan dengan sejumlah negara dan wilayah. Dalam pemikiran kalangan pelaku usaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), dari berbagai jenis kerja sama perdagangan yang ada, Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dinilai lebih baik dibanding Free Trade Agreement (FTA).

Wakil Ketua Umum Kadin bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik, Natsir Mansyur mengatakan, perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif menempatkan kedua negara yang menjalin kerja sama secara lebih setara.

"Kalau memang perlu kita lebih baik CEPA, lebih setara. Kalau FTA kadang-kadang tidak seimbang. Lihat contoh kasus yang terjadi ACFTA, IJEPA kita selalu defisit," ujarnya, Senin (3/9/2012).

Menurut Natsir, beberapa perjanjian perdagangan bebas yang sudah ada sebelumnya harus dievaluasi pemerintah. "Saya kira yang defisit perlu kita tinjau ulang supaya ada kesetaraan," tambahnya.

Meski demikian, Kadin menyetujui rencana perluasan FTA dengan melibatkan Hongkong. “Sebaiknya CEPA, tapi kalau pemerintah sudah bernegosiasi tidak ada masalah. Kadin setuju saja. Karena kita sama-sama di Asia. Hong Kong itu sama dengan Taiwan, bisa kita pakai pasar China untuk masuk. Pengusaha Hong Kong juga bisa bekerjasama. Ini menguntungkan, termasuk kerja sama jasa," katanya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat berpendapat, dengan perluasan FTA dengan Hongkong, kedua negara bisa saling melengkapi. “Kita bisa saling mengisi dengan Hongkong. Ini akan baik untuk ekonomi kita, karena menolong sisi negatif antara China dengan Indonesia sekarang ini,” kata Ade. kbc10

Bagikan artikel ini: