RI sepakati impor beras Vietnam 1,5 juta ton

Selasa, 18 September 2012 | 14:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah tampaknya masih ragu bisa memenuhi target swasembada beras tahun 2014. Terbukti, pemerintah baru saja menyepakati kontrak kerjasama pengadaan beras dengan Vietnam sebesar 1,5 juta ton selama empat tahun.

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan dan Menteri Industri dan Perdagangan Vietnam, Vu Hui Hoang, merupakan rangkaian pertemuan Joint Commission on Economic/Scientific and Technical Cooperation ke-6, di Jakarta, Selasa (18/9/2012).

Menurut Gita, Vietnam berkomitmen memperpanjang masa penyediaan beras ke Indonesia mulai 1 Januari 2013 hingga 31 Desember 2017.

Selain beras kata Gita, Vietnam juga akan mengimpor sejumlah barang modal untuk mendukung industri dalam negeri. "Impor yang datang ke sini, bukan konsumsi, tapi barang modal dan produk menolong," kata Gita.

Opsi impor beras dari Vietnam dilakukan untuk mengantisipasi ketersediaan pangan di dalam negeri. Apalagi saat ini dunia dilanda kekeringan sehingga membuat harga pangan jagung dan kedelai naik.

Gita juga mengungkapkan, Indonesia akan mengaktualisasi produk-produk ekspor dengan produk bernilai tambah. "Saya mendukung selama pemulihan ekonomi global terjadi," kata dia.

Selain itu, kedua menteri juga secara khusus menyoroti tentang pentingnya kerja sama di pemenuhan energi kedua negara.

Keduanya berkomitmen untuk mendorong perusahaan minyak dan gas kedua negara, yaitu Pertamina dan Petrovietnam agar dapat secara aktif bekerja sama dengan Petronas Malaysia di bawah payung kerja sama Tripartite Agreement on Oil and Gas yang ditandatangani pada bulan November 2007, agar dapat menjadi model untuk dikembangkan di ASEAN.

Menteri Vu Huy Hoang secara khusus meminta Indonesia tetap menyuplai Vietnam energi batubara untuk menjamin pasokan bahan bakar pembangkit listrik Vietnam.

Sementara Kementerian Pertanian menargetkan produksi beras nasional 2012 sebanyak 67,82 juta ton gabah kering giling.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka ramalan I (ARAM I) produksi padi 2012 diperkirakan sebesar 68,59 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau naik sebesar 2,84 juta ton (4,31 persen) dibandingkan 2011.

Kenaikan produksi tersebut terjadi karena adanya perkiraan peningkatan luas panen seluas 237,30 ribu hektar (1,80 persen) dan produktivitas sebesar 1,23 kwintal per hektar (2,47 persen). kbc10

Bagikan artikel ini: