Produsen susu perbesar target penjualan

Kamis, 4 Oktober 2012 | 17:58 WIB ET
(KB/Purna Budi Nugraha)
(KB/Purna Budi Nugraha)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja industri persusuan nasional dipastikan semakin besar seiring dengan makin tingginya tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengonsumsi susu.

Bahkan, salah satu Industri Pengolahan Susu (IPS) ternama di Indonesia, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) yakin bisa memperbesar penjualan mereka hingga 12% di tahun ini atau dikisaran Rp7,84 triliun dengan volume produksi susu sebesar 1 juta liter per tahun.

"Kalau tahun lalu kami berhasil membukukan penjualan sebesar Rp7 triliun, di tahun ini kami yakin bisa mengalami pertumbuhan sebesar 10% hingga 12%," ujar Corporate Communication PT Frisian Flag Indonesia, Anton Susanto ketika bertemu wartawan di Surabaya, Kamis

(4/10/2012).

Menurut Anton, besarnya pertumbuhan tersebut, selain karena pasar semakin terbuka, juga dipicu oleh luasnya covered area yang telah dilakukan oleh FFI untuk menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. Bahkan, mereka mengklaim, 80% lebih penduduk Indonesia menjadi konsumen susu produk FFI.

General Manager Modern Trade FFI, Rifanda Indiarto menambahkan, jumlah outlet yang menjual produk FFI di seluruh nusantara mencapai sekitar 1 juta outlet yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Sementara di Jatim, jumlahnya di kisaran 44.000 outlet yang didukung oleh 16 distributor.

"Karena kami hadir sejak 90 tahun silam, maka produk kami sangat dikenal dan dekat dengan masyarakat, utamanya produk kami Susu Kental Manis (SKM) dengan berbagai varian yang ada," ujarnya.

Saat ini, selain SKM, FFI juga telah memperbanyak jenis susu yang diproduksi. Produk terbaru mereka adalah susu pertumbuhan Frisian Flag 123 dan 456 dengan Isomaltulosa dan nutrisi ibu hamil Frisian Flag Mama.

"Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan mendedikasikan produk

kami untuk Indonesia agar konsumsi susu masyarakat semakin meningkat mengingat konsumsi susu di Indonesia saat ini masih sangat rendah," ungkap Anton.

Lebih lanjut ia menyatakan, saat ini konsumsi susu nasional masih di bawah rerata dunia, yaitu hanya 13 liter per orang per tahun. Artinya, dalam satu bulan, konsumsi masyarakat Indonesia tidak sampai dua liter per orang.

"Ini masih cukup rendah karena idealnya, konsumsi susu per orang adalah satu gelar per dua hari. Dan kami yakin pasar akan semakin besar mengingat pemerintah sekarang juga gencar melakukan kampanye minum susu," katanya. kbc6

Bagikan artikel ini: