Pemerintah akui Soekarno-Hatta pahlawan nasional

Selasa, 6 November 2012 | 21:58 WIB ET

LAOS, kabarbisnis.com: Pemerintah akhirnya memberikan gelar pahlawan nasional kepada Bung Karno, presiden pertama RI dan Bung Hatta, wapres pertama RI.

"Gelar pahlawan bagi Bung Karno dan Bung Hatta siap diumumkan," kata Presiden SBY, sesaat menjelang meninggalkan Vientiane, Laos untuk kembali ke Tanah Air, Selasa (6/11/2012) siang.

Presiden Soekarno dan Wapres Hatta selama ini diakui sebagai proklamator kemerdekaan RI. Namun, pemberian gelar pahlawan kepada keduanya selalu kandas oleh pendapat elite politik tertentu yang menilai keduanya memiliki "beban" sejarah.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Lukman Hakim Saifuddin, pemberian gelar pahlawan nasional untuk Sukarno sangatlah penting mengingat betapa besarnya jasa sang proklamator terhadap bangsa Indonesia.

"Karena pemberian gelar pahlawan nasional sebagai pengingat agar kita tidak lupa dan lalai melanjutkan cita-citanya," ungkapnya.

Lukman menjelaskan, penyebab Bung Karno belum diberikan gelar Pahlawan nasional selama ini karena adanya Ketetapan MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 tentang pencabutan kekuasaan Sukarno sebagai Presiden RI sekaligus melarang Sukarno berpolitik.

"Namun, kita tak perlu merasa bahwa Bung Karno terus terpenjara secara politik hanya karena adanya TAP yang berisi pencabutan kekuasaannya sebagai presiden dan larangan baginya melakukan kegiatan politik. TAP itu kini telah tak berlaku lagi," ungkap Lukman.

Apalagi sejak dikeluarkannya TAP MPR No I/MPR/2003 tentang Peninjauan terhadap Materi dan Status Hukum TAP MPRS dan MPR tahun 1960 sampai dengan tahun 2002, maka TAP MPRS No XXXIII/MPRS/1967 itu dinyatakan tidak memiliki ketuatan hokum yang mengikat.

Untuk itu, Lukman berpendapat, yang diperlukan saat ini adalah kesediaan kita semua sebagai bangsa untuk berjiwa besar menghormati jasa-jasa Bung Karno. �Yakni dengan memberikan gelar pahlawan nasional kepadanya," tuturnya.

Pemberian gelar itu sebagai pengingat agar kita semua tak lupa dan lalai untuk terus melanjutkan cita-cita bapak bangsa itu dalam konteks kekinian, serta menjaga dan memelihara rasa kebanggsaan kita.

Ketua DPD Irman Gusman menyambut baik pemberian gelar pahlawan kepada kedua tokoh nasional yang bukan saja dikenal di Indonesia, melainkan juga di dunia. Keduanya menjadi panutan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Pemberian gelar pahlawan nasional kepada Bung Karno dan Bung Hatta akan mendorong rekonsiliasi nasional mengingat selama ini banyak anggota masyarakat yang mengharapkan gelar itu," ujar Irman.

Ketua DPD itu mengingatkan, Bung Karno bukan milik seelompok orang, melainkan milik seluruh bangsa.

Gelar pahlawan tahun ini kemungkinan hanya diberikan kepada dua orang, yakni Soekarno dan Hatta. Ini menunjukkan besarnya penghargaan pemerintahan SBY kepada dua tokoh nasional yang selama ini hanya diberikan gelar proklamator. kbc10

Bagikan artikel ini: