Infrastruktur jadi hantu pengembangan KTI

Rabu, 14 November 2012 | 14:58 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Masalah ketersediaan infrastruktur masih menjadi kendala utama dalam menarik investasi di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Direktur Pengembangan Usaha Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Khatulistiwa Astaman Zainuddin mengatakan, keterbatasan infrastruktur utama di KTI masih menjadi kendala bagi Pemda setempat untuk menrik investor baik dari dalam maupun luar negeri.

"Contohnya di wilayah kami di Kalbar, infrastruktur seperti listrik dan akses jalan masih menjadi hambatan untuk pengembangan wilayah, meskipun sebenarnya potensi di wilayah ini sangat besar untuk diekplorasi," ujarnya di sela Bussiness Gathering Kadin Surabaya dalam rangka KTI Investment and Trade Expo 2012 di Gramedia Expo Surabaya, Rabu (14/11/2012).

Ia mengatakan, saat ini krisis listrik masih menjadi kendala utama untuk menarik industri masuk ke Kalbar. Meski mulai ada investasi swasta untukpembangkit listrik, namun julahnya masih dirasa kurang untuk memenuhi kebutuhan indutsri.

"Di satu sisi ini memang menjadi hambatan kami, tapi di sisi lain ini bisa jadi kesempatan bagi investor untuk masuk menanamkan modalnya di Kalbar," jelasnya.

Astaman menambahkan, Kapet Khatulistiwa sendiri fokus pada pengembangan Kawasan Industri, di antaranya Kawasan Industri Mandor, Kawasan Industri Tayan, Kawasan Entikong, serta Pelabuhan Utama Pontianak yang masuk dalam Klaster 1. Sementara Klaster 2 terdiri dari Kawasan Industri Semparuk, Kota Singkawang, Kawasan Industri Tanjung Gondol, dan Pelabuhan Internasional Sungai Kunyit.

Sementara Komoditas unggulan untuk menunjang bahan baku kegiatan industri dan perdagangan di masing-masing pusat pertumbuhan diantaranya berasal dari Perkebunan (kelapa sawit, karet, kelapa), Kehutanan (Hutan Tanaman Industri), Peternakan (ayam), Pertambangan (Bauksit), Kelautan dan Perikanan (PerikananTangkap dan Budidaya), Pariwisata (Wisata alam, budaya, dan sejarah), Industri, Perdagangan, dan Jasa.

Ia mencontohkan, di beberapa wilayah seperti Kabupaten Landak, Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Singkawang, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu,potensi industri kelapa sawit sangat menjanjikan. Di delapan wilayah tersebut, total lahan pertanian kelapa sawit mencapai 546 ribu hektar dengan produksi mencapai 1, 3 juta ton pada 2010.

Pada sektor pertambangan, tambang bauksit menjadi andalan wilayah ini dengan potensi sekitar 426 juta ton. "Potensi-potensi ini tentunya menarik untuk menjadi penarik investasi di wilayah Kalbar," tuturnya. Kbc8

Bagikan artikel ini: