Konversi utang, Waskita caplok saham Istaka

Selasa, 11 Desember 2012 | 07:20 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pada akhir tahun ini, PT Waskita Karya Tbk akan mengakuisisi PT Istaka Karya. Sebab, Istaka memiliki utang cukup besar ke calon pendatang baru di bursa tersebut.

"Nantinya, Waskita akan menjadi pemegang saham mayoritas, yakni 51 persen, kreditur lain Istaka, serta negara hanya 1 persen," jelas Kabiro Perencanaan dan SDM BUMN, Imam Apriyanto mengutip imq21.com di Jakarta, Senin (10/12/2012).

Untuk para kreditur Istaka, akan memiliki saham lebih besar dibandingkan dengan pemerintah, namun tidak mempunyai hak suara dalam pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Menteri BUMN Dahlan Iskan sebelumnya mengatakan, saat ini tengah dilakukan negosiasi dengan para kreditur. Beberapa kesepakatan telah ditandatangani, salah satunya utang-piutang Istaka Karya akan dijadwalkan ulang pembayarannya dan akan dikonversi menjadi saham "non voting".

Waskita Karya akan mengambilalih utang 117 kreditur Istaka dengan nilai Rp866,01 miliar. Dengan demikian, saham Waskita di Istaka yang sebelumnya sekitar 51 persen, dan sebelum pailit Istaka ada modal baru yang diberikan Waskita sebesar Rp70 miliar, maka berpotensi mencapai 66 persen.

Istaka memiliki tiga kreditur, antara lain kreditur separatis yang terdiri atas perbankan mulai dari Bank Permata, Bukopin, Bank Jabar dan BDS, dengan total Rp301,72 miliar. Kedua adalah kreditur "preference", yakni pajak negara dan sebagainya dengan total Rp85,51 miliar.

Ketiga, kreditur konkuren yang terdiri atas para pekerja, mandor dan pemegang saham lainnya dengan total mencapai Rp478,78 miliar. kbc9

Bagikan artikel ini: