BI: Tingkat kepercayaan terhadap bank asing merosot

Jum'at, 25 Januari 2013 | 19:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution melihat, tingkat kepercayaan terhadap bank asing semakin menurun, seiring krisis utang yang menghantui negara-negara Eropa serta krisis fiskal yang melanda Amerika Serikat.

Kondisi perbankan Eropa dan AS yang tak berdaya menghadapi krisis itu pula yang menjadi dasar bagi DPR untuk memasukkan aturan bank asing dalam Rancangan Undang-undang Perbankan yang sedang dalam proses pembahasan. Bank asing diwajibkan berbadan hukum Indonesia.

"Memang itu dulu gambarannya, bank asing pasti sehat dan selamat. Ternyata setelah krisis kemarin, ada yang tidak selamat, ada yang tidak sehat. Sehingga orang melihat ini kalau terjadi satu hal di kantor pusatnya akan berdampak ke kantor cabangnya di sini," ungkap Darmin di Gedung Bank Indonesia, Jumat (25/1/2013).

Darmin menuturkan, terlepas dari risiko yang dialami induk usahanya di luar negeri, keberadaan bank asing memang tidak bisa dipisahkan dari industri perbankan di berbagai negara. Untuk itu, berbagai aturan dibuat dalam pemberian izin operasional bank-bank asing tersebut.

"Ada negara yang mewajibkan buka bank asing harus berbadan hukum nasional, ada negara yang membolehkan pakai kantor cabang. Seperti kita sekarang ini karena undang-undangnya membolehkan," papar Darmin.

Bank sentral melihat keberadaan bank asing di Indonesia memiliki nilai positif dan negatif. Namun, tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan.

Sebelumnya, untuk menjaga bank asing yang beroperasi di Tanah Air dari imbas buruk induk usahanya di luar negeri, bank sentral telah merilis aturan tentang kewajiban penyediaan modal minimum sesuai profil risiko.

Dalam aturan tersebut, kantor cabang bank asing (KCBA) diwajibkan untuk memenuhi Capital Equivalency Maintained Assets (CEMA) sebesar 8 persen dari total kewajibannya atau minimal sebesar Rp 1 triliun. CEMA ini merupakan aset cadangan yang bisa digunakan KCBA bila menghadapi masalah likuiditas. kbc10

Bagikan artikel ini: