Ikuti perkembangan Surabaya, Bank Mutiara relokasi kantor cabang

Rabu, 6 Februari 2013 | 17:33 WIB ET

SURABAYA, kababrisnis.com: Bertumbuhnya ekonomi masyarakat Surabaya wilayah Barat membuat industri perbankan gencar menyasar wilayah tersebut untuk mengembangkan jaringan. Yang terbaru, PT Bank Mutiara Tbk merelokasi kantor cabang ke wilayah tersebut.

Direktur Utama Bank Mutiara, Sukoriyanto Saputro mengatakan perkembangan ekonomi masyarakat Surabaya yang kini mengarah ke wilayah barat membuat pihaknya mengincar daerah tersebut untuk mendekatkan layanannya kepada nasabah.

"Kami melakukan relokasi semata melihat perkembangan ekonomi di wilayah Surabaya barat yang terus berkembang," katanya usai peresmian relokasi kantor cabang pembantu (KCP) di Jalan Panglima Sudirman ke Ruko G-Walk Citraland, Rabu (6/1/2013).

Saat ini kantor cabang Bank Mutiara berjumlah 4 kantor cabang, yakni Kantor Cabang Kertajaya, Kantor Cabang Citraland, Kantor Cabang Rajawali, dan Kantor Cabang RMI.

Kantor cabang di Surabaya sendiri pada 2012 lalu berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 411 miliar dan tahun ini ditargetkan bisa bertambah Rp 175 miliar. Sedangkan untuk penyaluran kredit di Surabaya tahun lalu tercatat Rp 415 miliar dan ditargetkan bertambah Rp 150 miliar lagi tahun ini.

Sukoriyanto menambahkan, saat ini jumlah kantor cabang Bank Mutiara berjumlah 57 kantor secara nasional. Di awal tahun ini, perseroan akan menambah 4 kantor cabang lagi. Keempat kantor cabang baru tersebut berada di Samarinda, Depok, Jakarta Pantai Indah Kapuk, dan Batam.

Untuk pembukaan 4 kantor cabang baru tersebut, perseroan mengalokasikan dana operational expenditure (opex) sekitar Rp 4 miliar. Untuk kantor cabang di Samarinda dan Batam yang merupakan kantor cabang utama (KCU), bank Mutiara menganggarkan masing-masing Rp 1,3 miliar, sedangkan untuk cabang Depok dan Pantai Indah Kapuk Jakarta yang merupakan kantor cabang pembantu (KCP) masing-masing dilokasikan dana Rp 700 juta.

Bank yang mayoritas sahamnya masih dikuasai pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini mencatat aset pada akhir 2012 sebesar Rp 15,3 triliun, tumbuh 17,2% secara year-on-year. Penghimpunan selama 2012 tercatat Rp 13,4 triliun atau tumbuh 20,2% yoy dan penyaluran kreditnya tercatat Rp 11,1 triliun atau tumbuh 18,7% secara yoy. kbc8

Bagikan artikel ini: