Vietnam selidiki perdagangan minyak sayur dari Indonesia

Jum'at, 8 Februari 2013 | 14:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Vietnam melalui otoritas safeguard negaranya, Vietnam Competition Authority (Trade Remedies Board), memulai penyelidikan tindakan pengamanan perdagangan (safeguards) minyak sayur (vegetable oil) asal Indonesia terhitung 11 Januari 2013. Penyelidikan itu berlaku untuk semua negara khususnya bagi negara dengan share impor lebih dari 3%.

Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan Ernawati, mengatakan, jika pemerintah Indonesia telah berkoordinasi dengan asosiasi dan beberapa perusahaan yang melakukan ekspor produk minyak sayur ke Vietnam. "Dan mereka akan berpartisipasi dalam penyelidikan ini," ujar Ernawati, Jumat (8/2/2013).

Terkait hal itu, Indonesia juga mengajukan protes karena Vietnam Competition Authority belum pernah memberitahukan secara resmi perihal penyelidikan ini kepada Pemerintah Indonesia baik di pusat maupun Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Hanoi.

Protes kepada Vietnam Competition Authority terkait hal tersebut karena dalam penyelidikan ini perusahaan eksportir Indonesia harus menyampaikan jawaban kuesioner. Sedianya, jawaban tersebut harus disampaikan paling lambat pada 25 Januari 2013.

Namun Indonesia meminta perpanjangan waktu dan Vietnam Competition Authority telah memberikan perpanjangan hingga 17 Februari 2013. Dia mengaku langkah selanjutnya yang akan dilakukan pemerintah Indonesia dan perusahaan adalah berkoordinasi dengan Otoritas Safeguard Vietnam terkait penyelidikan ini dan menyiapkan jawaban kuesioner serta menyampaikan dokumen yang diminta secara tepat waktu.

Vietnam merupakan satu dari 20 besar pangsa pasar ekspor minyak sayur Indonesia. Sementara, Indonesia berada pada posisi dua besar bersama Malaysia yang menjadi negara asal impor minyak sayur untuk Vietnam.

Menurut data BPS, ekspor minyak sayur Indonesia ke Vietnam sempat mengalami fluktuasi dalam 5 tahun terakhir.

Pada tahun 2008, ekspor tersebut meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya yaitu US$ 101 juta sebesar 94 ribu ton. Pada 2010 sempat mengalami penurunan drastis menjadi US$ 15 juta sebanyak 18 ribu ton.

Kemudian meningkat kembali hingga US$ 58 juta sebanyak 55 ribu ton pada 2011.

Pada periode Januari-Oktober 2011, ekspor minyak sayur Indonesia ke Vietnam adalah sebesar US$ 32 juta dan mengalami peningkatan signifikan pada periode yang sama tahun 2012 yaitu sebesar US$ 113 juta.

Dari segi kuantitas juga mengalami peningkatan yaitu periode Januari-Oktober 2011 sebesar 29,3 juta ton dan meningkat di periode yang sama pada tahun 2012 yaitu sebesar 111,4 juta ton. kbc11

Bagikan artikel ini: