PWI Jatim beri penghargaan ke sejumlah tokoh dan perusahaan

Rabu, 20 Maret 2013 | 18:53 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Resepsi peringatan HUT ke-67 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar PWI Jawa Timur akan berlangsung di Wisma Ahmad Yani PT Semen Indonesia Tbk di Gresik, Jumat (22/3) malam.

Pada acara itu, PWI Jatim memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan korporasi baik nasional maupun daerah yang telah banyak berkontribusi di bidangnya masing-masing.

Untuk tokoh nasional, PWI Jatim Award diberikan kepada Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD untuk kategori bidang penguatan penegakan hukum, Menko Perekonomian Hatta Rajasa (bidang pembangunan ekonomi nasional), Gubernur Jatim Soekarwo (bidang pemerintahan dan penguatan investasi), dan Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Isran Noor (bidang penguatan otonomi daerah).

Sedangkan untuk tokoh daerah, penghargaan dianugerahkan kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk kategori bidang pemerintahan daerah, Direktur Utama Suara Surabaya Media Errol Jonathans (kategori tokoh Jatim bidang media), Wagub Jatim (kategori tokoh news-maker 2012), dan mantan Gubernur Jatim Imam Utomo (kategori lifetime achievement).

"Para tokoh nasional dan daerah itu layak mendapatkan penghargaan, karena kontribusi yang luar biasa di bidangnya," kata Ketua PWI Jatim Akhmad Munir, Rabu (20/3).

Sementara untuk korporasi nasional, terdapat dua perusahaan yang menerima PWI Jatim Award, yakni PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE-WMO) dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Sedangkan kategori korporasi daerah, masing-masing PT Perkebunan Nusantara X (Persero), Jawa Timur Park, dan Bank UMKM Jatim.

Didampingi Ketua Pelaksana HPN Teguh Lulus Rachmadi, ia menambahkan penghargaan untuk korporasi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT PHE WMO, PTPN X, Jatim Park Group, dan Bank UMKM Jatim, karena pertimbangan kinerjanya yang moncer dalam mendukung perekonomian nasional dan daerah.

"Dalam pandangan kami, PT Semen Indonesia telah mengibarkan bendera Merah Putih di luar negeri dengan mengakuisisi pabrik semen di Vietnam. Ini menjadi kebanggaan Indonesia, khususnya masyarakat Jatim," katanya.

Sementara PT PHE WMO dinilai layak mendapat penghargaan, karena berhasil membuktikan sebagai perusahaan nasional yang memiliki kemampuan untuk mengelola blok migas di lepas pantai dengan baik, sekalipun diwarisi beberapa masalah serius akibat mengelola Blok WMO hanya beberapa jam sebelum berakhirnya kontrak Kodeco Energy pada 7 Mei 2011.

"Saat itu tidak ada rig yang bisa dimanfaatkan untuk pengeboran sumur eksplorasi dan sumur ekspoitasi. Jumlah sumur yang siap dieksploitasi juga terbatas, karena pengeboran sumur eksplorasi terakhir Kodeco tahun 2004," tambah Munir.

Sedangkan PTPN X dinilai mampu melakukan transformasi menjadi perusahaan yang bukan saja berkinerja sangat positif dari sisi keuangan, namun juga mampu menempatkan 9 pabrik gula miliknya dalam jajaran 10 pabrik gula terbaik nasional.

"Transformasi juga ditunjukkan lewat pembangunan pabrik bioetanol yang memungkinkan proses produksi gula di PTPN X nyaris tanpa limbah. Ampas tebu diolah menjadi listrik, sedangkan tetes tebu menjadi bioetanol sebagai energi yang ramah lingkungan," kata Akhmad Munir. kbc5

Bagikan artikel ini: