Siap-siap, harga keramik kembali naik 10%

Kamis, 4 April 2013 | 09:30 WIB ET

JAKARTA. kabarbisnis.com: Meski telah menaikkan harga produknya pada kuartal I lalu, kalangan produsen keramik di Tanah Air berencana kembali melakukan hal yang sama di kuartal II tahun ini. Besarannya mencapai 7-10 persen.

Ketua Asosiasi Industri Keramik Indonesia (Asaki), Elisa Sinaga mengatakan, kenaikan harga terpaksa dilakukan karena dipicu oleh kenaikan gas dan tarif dasenaga ar listrik (TTL). Selain itu, kenaikan harga juga menghitung dampak perubahan harga Bahan Bakar Migas (BBM) subsidi untuk industri yang mempengaruhi pengiriman keramik ke konsumen. Sementara pada kuartal I lalu, kenaikan harga keramik hanya dipengaruhi oleh kenaikan TTL tahap I.

"Jika pada kuartal I lalu harga keramik naik 10-15% dibandingkan dengan harga keramik akhir tahun lalu, kenaikan pada kuartal II ini tak lebih dari 10% dan tergantung masing-masing produsen," ujar Elisa di Jakarta, Rabu (3/4/2013).

Meski demikian, pihaknya memperkirakan kenaikan harga itu tak akan berpengaruh bagi permintaan keramik di pasar domestik. "Indonesia masih tergolong 10 negara tertinggi konsumsi keramiknya, sejak dua tahun lalu," jelas Elisa.

Dipaparkannya, penyerapan produksi keramik berasal dari pasar domestik yang mendominasi 90%. Sisanya sebesar 10% lagi di ekspor ke berbagai negara. kbc10

Bagikan artikel ini: