Perdagangan valas cuma terpusat di tiga provinsi

Kamis, 2 Mei 2013 | 09:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perdagangan valuta asing (valas) selama ini hanya didominasi tiga provinsi yang memegang pangsa pasar hingga 70%.

Kepala Biro Humas BI, Difi A Johansyah, mengatakan, pangsa pasar hanya terdapat di tiga provinsi. "Market share secara total dari pedagang valuta asing mencapai 60%-70% dari tiga provinsi pedagang valuta asing yang terbesar, yaitu Jakarta, Batam dan Bali," ujarnya, Rabu (1/5/2013).

Pada akhir Desember 2012 transaski perdagangan valuta asing mencapai Rp35 triliun - Rp40 triliun. "Artnya tiga provinsi menyumbang Rp24 triliun dari total market share perdagangan valuta asing," katanya.

Para pedagang valuta asing yang terbanyak beredar di Jakarta dari 900 pedagang valuta asing se Indonesia. Namun Difi tidak bisa menjelaskan jumlah yang berada di Jakarta. "Itu yang ada izinnya kalau yang tidak berizin kita tidak tahu jumlahnya," ungkapnya.

Sebelumnya, Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) mengeluhkan surat edaran Bank Indonesia (BI) tentang permintaan valas harus menyertakan dokumen underlying transaksi dari nasabah.

"Salah satu hal yang diatur oleh BI adalah bahwa permintaan valuta asing kepada bank oleh Pedagang Valuta Asing (AVA) dengan nilai nominal di atas US$100 ribu per bulan hanya dapat dipenuhi oleh bank apabila APVA menyertakan dokumen underlying transaksi dari nasabah terkait permintaan tersebut," ujar Ketua APVA, Muhammad Idrus. kbc11

Bagikan artikel ini: