Produsen bahan konstruksi terus perkuat komponen lokal

Minggu, 5 Mei 2013 | 17:40 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Peningkatan penggunaan komponen lokal terus dilakukan pelaku industri konstruksi. Salah satunya PT Duta Beton Mandiri. Produsen paving stone dan bata ringan ini berkomitmen mempertahankan penggunaan komponen lokal dalam setiap produknya.

Kepala bagian (Kabag) Produksi dan Pemasaran Duta Beton Mandiri, Damanhuri, mengatakan pihaknya hingga saat ini terus mempertahankan komponen berkandungan lokal hingga 100% dari bahan-bahan produksi.

"Sebagai perusahaan lokal, kami akan terus menjunjung tinggi komitmen penggunaan komponen lokal untuk semua bahan produksi," ujarnya ditemui di sela pameran Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) yang digelar Kementrian Perindustrian RI di Gramedia Expo Susrabaya, Minggu (5/5/2013).

Ia mencontohkan, untuk produk bata ringan pihaknya lebih memilih menggunakan bahan foam atau busa dari ekstrak buah Lerak dibandingkan menggunakan bahan kimia seperti alumunium powder atau alumunium pasta yang merupakan produk impor. Foam tersebut digunakan untuk memberikan efek ringan pada bata, sehingga mengurangi tekanan pada pondasi serta memudahkan pemasangan. Bahan-bahan lain seperti pasir, semen dan air semuanya diambil dari produk lokal.

Saat ini Duta Beton Mandiri memproduksi paving stone dan data ringan. Untuk paving stone, produksinya mencapai 1.200 m2 per hari sedangkan bata ringan yang baru dimulai produksinya pada 2009, kapasitasnya hanya 40 m3 atau sekitar 4.000 pcs per hari.

"Meski demikian, kami optimis permintaan bata ringan akan terus menignkat di masa mendatang. Karenanya kmai saat ini sedang menyiapkan pabrik baru dengan kapasitas 5 kali lipat lebih besar dari pabrik sekarang," katanya.

Bata ringan, menurut Damanhuri mulai dilirik pasar lantaran lebih hemat dibanding menggunakan bata merah. Efisiensi biayanya bisa mencapai 30%. Pengguna bata ringan saat ini rata-rata adalah gedung bertingkat, hotel, dan rumah.

Duta Beton Mandiri pun telah memasarkan produknya hingga ke luar pulau seperti Kalimantan, Bali dan Sulawesi, selain tentunya di pulau Jawa. Sedangkan pertumbuhan permintaan per bulan saat ini juga melonjak 30%. kbc8

Bagikan artikel ini: