BI: Biaya transaksi antarbank di ATM hanya Rp5.000

Senin, 6 Mei 2013 | 14:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) menjamin biaya transaksi transfer antarbank seluruh penyedia jasa layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM), hanya akan menelan dana Rp 5.000 per transaksi.

Direktur Eksekutif Akunting dan Sistem Pembayaran BI, Boedi Armanto mengatakan, para perusahaan switching ini rela memangkas biaya transaksi agar masyarakat tidak terbebani biaya yang terlalu tinggi.

"Perusahaan switching ini mau mengurangi keuntungannya. Sebab, meski marjin tipis, tapi volume banyak, untung tetap banyak," katanya, Senin (6/5/2013).

Diuraikannya, kerja sama akan dimulai melalui semua penyedia jaringan ATM yang ada di Indonesia. Tiga diantaranya adalah PT Artajasa Pembayaran Elektronis (ATM Bersama), PT Rintis Sejatera (ATM Prima) dan PT Daya Network Lestari (ATM Alto). Satu lagi, perusahaan switching milik bank milik pemerintah yaitu PT Sigma Cipta Caraka (ATM Link).

"Dari ketiga perusahaan switching besar itu, belum semuanya bisa terhubung satu dengan yang lain. Akibatnya, untuk melakukan transfer antarbank di ATM belum bisa dilakukan, khususnya bank pemerintah ke bank swasta. Namun nantinya mereka akan bisa saling terkoneksi," katanya.

Seperti diberitakan, BI merilis layanan transaksi atau transfer antarbank cukup dari satu mesin ATM. Uji coba pengembangan layanan ini hampir semuanya rampung dan dapat dipastikan dalam dua bulan ke depan ini pengujian akhir bisa segera selesai. Sedangkan proses pelaksanaanya akan dimulai pada Juli 2013.

Pemilihan waktu Juli sebagai waktu yang tepat untuk interkoneksi ini disebabkan karena saat itu masyarakat sudah masuk bulan puasa, menyambut lebaran dan sekaligus liburan sekolah.

Sebagai informasi, proses interkoneksi jaringan ATM ini telah dilakukan sejak Januari 2010 lalu. Namun baru akhir tahun 2012 ini, perusahaan switching dan pihak perbankan akhirnya mau bersepakat membentuk interkoneksi sistem antarjaringan di ATM. kbc10

Bagikan artikel ini: