Cuaca dingin landa Eropa, penjualan H&M hanya tumbuh 11%

Rabu, 15 Mei 2013 | 16:15 WIB ET

STOCKHOLM, kabarbisnis.com: Hennes & Mauritz AB (H&M), peritel terbesar kedua se-Eropa, melaporkan perkembangan pendapatan bulanan mereka kurang dari perkiraan, akibat cuaca dingin yang melanda Eropa pada April saat penjualan item spring fashion dimulai.

Dikutip dari Bloomberg, keuntungan toko dan operasionalnya yang dibuka pada tahun lalu naik 1% dibanding pada tahun sebelumnya, kurang dari 4,2% estimasi rata-rata di SME Direkt survey, menurut perusahaan yang berbasis di Stockholm tersebut dalam pernyataannya, Rabu (15/5/2013). Total penjualannya mengalami kemajuan 11%, luput dari perkiraan semula yg diprediksi bakal naik 13%.

H&M mengatakan, cuaca dingin di minggu-minggu awal bulan April merugikan perusahaan-perusahaan di Eropa kebanyakan. "Saya rasa, saya dan pasar telah meremehkan efek dari cuaca dingin," kata Soeren Loentoft Hansen, seorang analis di Sydbank A/S. (SYDB).

H&M turun 1,2% ke angka 231.80 kronor pada 9:04 a.m. di Stockholm trading, memangkas keuntungan tahun ini menjadi 3,3 persen.

H&M, yang pada pekan ini menjadi peritel pertama yang menandatangani perjanjian peningkatan fire and building safety di Bangladesh, mengatakan akan memiliki 2.881 toko pada akhir April, naik dari 2.549 tahun lalu. H&M juga berencana untuk membuka 350 tahun ini. kbc10

Bagikan artikel ini: