Pemerintah perkuat sinergitas hulu hilir perikanan

Selasa, 21 Mei 2013 | 17:26 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus melakukan terobosan pasar. Untuk meningkatkan kinerja perikanan dalam negeri, tahun ini KKP akan berkonsentrasi memperkuat sinergitas hulu dan hilir sektor perikanan.

"Tahun ini KKP menargetkan ekspor perikanan RI mencapai US$5miliar. Untuk mencapai target tersebut, maka harus ada penguatan di sektor hilir, tanpa mengesampingkan sektor hulu. Sinergitas antara keduanya harus terbangun dan kuat," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutarjo saat menghadiri acara Konsultasi Nasional Penguatan Sinergitas Hulu Hilir untuk Meningkatkan Industrialisasi Kelautan dan Perikanan, Konsumsi dan Ekspor dan Seminar Nasional Penyuluh Perikanan di Surabaya, Selasa (21/5/2013).

Penguatan tersebut diwujudkan dengan membangun jaringan dan dukungan dari pelaku usaha, pemerintah daerah, asosiasi, komisi hasil perikanan dan unit pengolahan ikan yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Untuk akses pasar, kami tetap merekomendasikan untuk tetap mempertahankan atau bahkan meningkatkan ekspor perikanan ke beberapa negara tradisional yang sudah menjadi pasar utama, seperti Jepang, Amerika Serikat dan Uni Eropa. Karena sejauh ini kontribusinya cukup besar," ujarnya.

Tahun 2012 misalnya, ekspor perikanan Indonesia mencapai US$4 miliar. Dari realisasi tersebut, kontribusi terbesar adalah ekspor ke Amerika Serikat, Jepang dan Uni Eropa yang mencapai sekitar 63,19%. Kontribtor terbesar kedua adalah ekspor ke Asia Tenggara dan Asia Timur yang mencapai 25,93%. Sementara Timur tengah dan Afrika menyumbang 5,49%.

"Beberapa negara yang potensial, seperti Asia Tenggara dan Asia Timur harus menjadi prioritas kedua. Sementara pasar Timur Tengah dan Afrika yang kontribusinya masih cukup kecil juga harus tetap dibangun," kata Sharif.

Sementara ditingkat hulu, peningkatan produksi perikanan, baik perikanan budidaya maupun perikanan tangkap harus tetap digenjot. Karena selama ini, tingkat produksi, pengolahan dan pemasaran masih menemukan banyak kendala, diantaranya permodalan, listrik, logistik serta sarana dan prasarana.

Sementara dari sisi industri, lanjutnya, masih diperlukan organisasi pelaku usaha yang kokoh untuk menjamin kepastian pasokan untuk pasar dalam negeri dan pasar ekspor. "Kendala memang masih banyak dijumpai, tetapi kita harus melakukan perbagai upaya untuk perkuat sinergitas ini, dukungan dari semua pihak diperlukan agar target tercapai," tegas Sharif.

Dan keberadaan Komisi Hasil Perikanan sangat diperlukan disini karena bertugas untuk memacu hasil produksi pelaku usaha perikanan dan mendorong adanya peningkatan kualitas produksi.

"Asosiasi dan komisi harus berperan aktif mendorong kemampuan unit produksi pengolahan ikan di seluruh Indonesia serta tetap menjadi mutu atau kualitas produk yang dihasilkan. KKP juga akan tetap memantai eksportir secara konsisten untuk mempertahankan standar mutu dan keamanan pangan yang disyaratkan negara mitra," terangnya.kbc6

Bagikan artikel ini: