Ini tiga resep reformasi perbankan ala Darmin

Rabu, 22 Mei 2013 | 08:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Di akhir masa jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution membagi resep terkait beberapa hal yang harus dilakukan untuk perubahan perbankan agar lebih baik lagi.

Prasyarat tersebut, yakni dengan meringankan bunga perbankan, memperbaiki persaingan perbankan di dalam UMKM, serta mengoptimalkan branchless banking. Dimana ketiga hal tersebut seiring dengan mendekatkan perbankan pada masyarakat luas.

"Reformasi untuk perbankan agar lebih baik lagi itu ada tiga hal, yang pertama kita dorong ketertarikan perbankan ke pasar UMKM lalu kita jaga kredit perbankan agar bisa mengikuti BI Rate sebesar 5,75 persen dan ketiga itu reformasi channeling melalui branchless banking untuk industri perbankan," ujar Darmin, di Komisi XI gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/5/2013).

Dipaparkannya, ada beberapa tahap untuk menjalankan ketiga reformasi perbankan tersebut. Tahap awal yakni dengan melakukan mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen serta mengawasi pelaksanaan penetapan kredit perbankan di level BI Rate.

Untuk penerapan BI rate dilevel tersebut dilakukan selama satu setengah tahun bahkan lebih. Tahap berikutnya dengan dilakukan penerapan multiple license yang mengatur bunga perbankan dan porsi kredit pada sektor UMKM.

"Lalu penerapan branchless banking yang dilakukan dengan berkerjasama pada industri telekomunikasi dengan industri perbankan yang dilakukan pada beberapa hari yang lalu," jelasnya.

Penegakan ketiga cara melalui reformasi perbankan tersebut, lanjut Darmin, merupakan capaian tersendiri selama kepemimpinannya sebagai Gubernur Bank Indonesia. Dimana hal tersebut dilakukan untuk menjaga prinsip perbankan sebagai alat guna intermediasi sektor rill.

"Beberapa tahun kedepan dapat kita harus menjaga perkembangan sektor riil. Karena selain sistem keuangan, BI kan juga harus ikut bertanggung jawab dalam melaksanakan kebijakan yang mendukung sektor riil," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: