Kadin Jatim latih 500 siswa SMK Surabaya

Rabu, 19 Juni 2013 | 15:35 WIB ET
(KB/Purna Budi Nugraha)
(KB/Purna Budi Nugraha)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim terus melakukan terobosan guna menciptakan wirausaha baru (enterpreneur) di seluruh Wilayah Jatim. Kali ini, Business Development Center Kadin Jatim merencanakan melatih sekitar 500 siswa siswi SMK di seluruh Surabaya.

"Tahap pertama, kami melatih 250 siswa dari SMK Surabaya. Mereka akan mengikuti pelatihan di Kadin Instritute sesuai dengan keahlian atau jurusan mereka di SMK," ujar Director of Business Development Center Kadin Jatim, Nelson Sembiring di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Rabu (19/6/2013).

500 siswa tersebut berasal dari 300 SMK yang tersebar di seluruh Surabaya yang sudah di kelas tiga dan siap untuk mandiri. Acara yang bertajuk Pelatihan wirausaha Mandiri SKM se-Jatim ini akan berlangsung selama tiga minggu.

Minggu pertama, akan disampaikan materi industri kreatif dengan empat tema, yaitu tentang animasi fotografi, desain kemasan dan logo, minuman dalam kemasan serta aneka olahan jamur.

Minggu kedua, tema yang disampaikan adalah pembuatan sabun dan pewangi, service AC, pemanfaatan energi surya Serta lampu hemat energi. Minggu ketiga tentang pelapisan logam, bisnis cuci dan salon mobil serta membuat souvenir dari bahan viber.

"Selain itu, pada minggu kedua rencananya akan ada kuliah umum dari gubernur Jatim dan sukses story dari pelaku usaha," tambah Nelson.

Sementara untuk tahap ke dua, akan dilaksanakan setelah tahap pertama usai. Sementara materi yang diberikan akan disesuaikan menurut evaluasi yang akan dilakukan. "Apakah materinya tetap sama, atau ada yang ditambah. Itu akan kami evaluasi setelah pelaksanaan pelatihan tahap pertama ini," ujarnya.

Nelson juga mengatakan bahwa pelatihan kewirausahaan mandiri ini akan dibuat sebagai agenda tahunan dan akan digulirkan di seluruh kabupaten kota. Selain untuk mempermudah peserta, juga untuk menggali potensi daerah terkait.

"Kalau dalam waktu dekat, mungkin setelah lebaran akan diselenggarakan di Malang, Madiun, Madura, khususnya Pamekasan," ujarnya.

Dengan langkah ini, diharapkan virus wirausaha akan tertanam pada jiwa lulusan SMK sehingga mereka siap untuk menjadi wirausahawan sejati setelah mereka lulus dengan kompetensi dibidang tertentu. "Minimal 10% hingga 20% dari jumlah yang kami latih disini bisa menjadi wirausaha," tegasnya. kbc6

Bagikan artikel ini: