Dikunjungi mahasiswa asing, Banyuwangi membagi kebudayaan lokal untuk masyarakat global

Rabu, 14 Agustus 2013 | 12:46 WIB ET

BANYUWANGI, kabarbisnis.com: Kekayaan budaya Banyuwangi, Jawa Timur, memiliki daya pikat yang mampu menyedot perhatian dunia. Terbukti, Banyuwangi dipilih sebagai satu dari empat kota di Indonesia yang menjadi tujuan bagi mahasiswa asing yang mendapat beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) dari Kementerian Luar Negeri RI untuk belajar seni, kultur dan budaya.

Belasan mahasiswa yang berasal dari 12 negara datang ke Banyuwangi untuk mempelajari kebudayaan setempat. Mereka antara lain berasal dari Amerika Serikat, Polandia, Maroko, Kroasia, Yunani, Papua Nugini, Fiji, Australia, dan Filipina, dan sejumlah negara lainnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, mahasiswa asing yang belajar ke Banyuwangi merupakan mahasiswa seni dengan berbagai macam profesi. Mulai dari pelukis, fotografer, hingga jurnalis yang peduli terhadap kebudayaan dan kesenian lokal.

”Mereka belajar di Banyuwangi, mendalami tradisi hidup dan kehidupan masyarakat Banyuwangi. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus membagi kebudayaan lokal kepada masyarakat global agar tercipta peradaban yang saling memahami dan menghargai,” ujar Anas dalam siaran pers yang diterima kabarbisnis.com.

Anas menambahkan, sebagai kota yang kaya seni-budaya, Banyuwangi bertekad untuk terus go global, berdaya saing tinggi, dan menjadi kota dengan ekonomi yang maju pesat.

”Modernisasi itu kami bangun dengan akar budaya yang membumi,” ujar alumnus program kursus singkat ilmu kepemerintahan di John F Kennedy School of Government, Universitas Harvard, AS tersebut.

Banyuwangi dipilih oleh Kementerian Luar Negeri sebagai tujuan belajar mahasiswa asing karena kekayaan seni-budayanya. Banyuwangi, yang identik dengan masyarakat Using, mempunyai beragam produk seni-budaya yang telah mendunia, seperti Tari Gandrung dan Seblang

Selain mempelajari kebudayaan lokal, para mahasiswa asing juga menjelajah kekayaan alam Banyuwangi, antara lain, dengan berkunjung ke Kawah Ijen, Pantai Sukamade, dan Pantai Plengkung. Banyuwangi sendiri mempunyai triangle diamond dengan kekayaan wisata alam yang luar biasa, yaitu Kawah Ijen, Pantai Sukamade, dan Taman Nasional Alas Purwo.

”Itu merupakan perpaduan lengkap antara dataran tinggi, pantai, dan kawasan hutan dengan kekayaan flora dan fauna tak ternilai,” kata Anas.

Anas berharap, kehadiran para mahasiswa asing tersebut bisa ikut mempromosikan kekayaan budaya dan pariwisata di Banyuwangi. ”Mereka bisa bercerita kepada teman-temannya di negara asal, membagi cerita dan foto tentang Banyuwangi melalui Twitter, Facebook, dan blog. Ini membantu pemasaran wisata Banyuwangi,” jelasnya. kbc5

Bagikan artikel ini: