Pengusaha dukung Pakde Karwo terus majukan ekonomi Jatim

Selasa, 10 September 2013 | 18:26 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Dukungan pengusaha Jawa Timur (Jatim) kepada pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Soekarwo dan Saifullah Yusuf tidak hanya berhenti pada waktu Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) saja. Mereka berjanji untuk mengantarkan Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo, memajukan Jatim menjadi provinsi terbaik.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, La Nyalla Mahmud Mattaliti saat Tasyakuran terpilihnya Soekarwo dan Saifullah Yusuf sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim periode 2014-2019 di Grha Kadin Jatim, Surabaya, Selasa (10/9/2013).

"Tidak hanya hantarkan jadi Gubernur, kami selalu akan dukung Pakde untuk mencapai perekonomian Jatim menjadi yang terbaik di seluruh Indonesia. Yang pastinya pencapaian tersebut akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Dalam catatan Kadin Jatim, ekonomi Jatim sejak dipimpin duet Pakde dan Gus Ipul semakin baik dari tahun ke tahun. Dunia usaha dan iklim investasi kian tumbuh bagus. Bahkan pada saat krisis Eropa dan Amerika tahun 2012 yang menyebabkan banyak daerah mengalami kontraksi, ekonomi Jatim tetap tumbuh stabil dengan pencapain 7,2% diatas nasional.

"Kami akan ajak pengusaha Jatim berperan serta aktif hidupkan perekonomian Jatim untuk menjadi yang terbaik diseluruh Indonesia," ulangnya.

Pada kesempatan yang sama, Soekarwo juga berjanji akan memberikan garansi, support serius terhadap pengusaha. Mulai dari kemudahan perijinan, ketersediaan power pland hingga kondisi buruh dipastikan tidak akan bergejolak.

"Buruh yang demo tidak seperti di Jakarta, bisa lebih sopan dan bisa diajak bicara. Kami juga sudah bekerjasama dengan pihak Kapolda dan TNI untuk menagkap dan menahan buruh yang bertindak anarkhis untuk tegakkan hukum demi menjaga perekonomian Jatim," ujarnya.

Sementara pelemahan rupiah terhadap dolar akhir-akhir ini juga dinilai tidak akan sangat berpengaruh terhadap kinerja perekonomian Jatim. Hingga akhir tahun, Soekarwo optimistis ekonomi Jatim akan tumbuh diangka 7% hingga 7,1%.

Optimisme tersebut dengan melihat besarnya investasi yang masuk dan tingginya realisasi perdagangan Jatim, khususnya untuk antar pulau. Sepanjang semester I/2013, tercatat realisasi perdagangan antar negara Jatim mengalami surplus sebesar Rp23 triliun, dengan perincian ekspor mencapai Rp277 triliun sementara impor mencapai Rp254 triliun.

"Sementara kinerja perdagangan antar pulau Jatim ke 24 provinsi mencapai Rp163 dan impor antar pulai Rp131, surplus Rp32 triliun. Sehingga total surplus perdagangan Jatim selama semester I/2013 mencapai Rp55 triliun. Ini sangat luar biasa, disaat Jakarta krisis kita justru mengalami surplus yang cukup besar," ujarnya.

Kondisi perekonomian diprediksi akan semakin membaik pada tahun depan dengan banyaknya investasi pembangunan smelter yang akan masuk Jatim. "Jika rekomendasi ekspor bahan baku dan penolong diubah menjadi setengah jadi sudah terlaksana, pastinya akan banyak smelter yang akan dibangun di Jatim. Nilai tambah ada di Jatim dan impor bahan baku akan terkurangi sehingga perekonomian Jatim kami prediksikan akan mencapai 8,5 sampai 9%," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: