UMKM diklaim kuasai 40% produk ritel modern

Rabu, 2 Oktober 2013 | 09:59 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengklaim jumlah produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terserap di pasar ritel modern saat ini mencapai sekitar 40% dari total keseluruhan produk ritel yang ada di minimarket, supermarket, hypermarket, departement store dan specialty store.

Wakil Sekjen Aprindo, Satria Hamid Ahmadi mengatakan, angka itu mengalami pertumbuhan sekitar 3%-5% per tahun. Penyerapan terbesar terutama pada gerai ritel kategori hypermarket mengingat luasnya ruangan yang memungkinkan banyak produk UMKM yang terserap.

Dia mencontohkan pada salah satu peritel besar hypermarket tercatat produk UMKM yang terserap mencapai 70% dari keseluruhan pasokan yang ada. Meski terbilang besar, secara nominal kontribusi produk UMKM masih belum signifikan.

"Memang belum besar kontribusi secara nominal, tetapi sudah menunjukan tren yang menguat," katanya, Selasa (1/10/2013).

Satria menilai perlu adanya pembenahan dan pola pendampingan yang intensif agar skala usaha UMKM dapat semakin meningkat sehingga produk yang dihasilkan dapat menggantikan produk-produk dari industri yang sejenis di kategorinya.

Dia mengatakan, menggandeng mitra UMKM untuk memasok produk ke seluruh gerai ritel modern anggota Aprindo merupakan salah satu cara untuk meningkatkan akses pasar produk UMKM.

"Masing-masing peritel memiliki program untuk itu. Misalnya Carrefour yang membuat pojok rakyat dan bazar rakyat pada setiap gerai Carrefour di seluruh Indonesia dengan menyeleksi UMKM unggulan di setiap daerah tempat Carrefour berada," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: