National Hospital Surabaya jadi kiblat dokter radiologi Asia Tenggara

Senin, 28 Oktober 2013 | 17:11 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Jika selama ini masyarakat cenderung memilih Singapura atau Malaysia sebagai tujuan untuk melakukan pengobatan atau perawatan di rumah sakit, kini ada pilihan rumah sakit di Indonesia yang kualitas, fasilitas, dan layanannya tidak kalah dengan yang ada di dua negara itu.

Ini tidak lepas dari keberadaan National Hospital Surabaya yang kini dipercaya menjadi pusat pelatihan bagi dokter radiologi, radiografer, teknisi, dan manajement GE di Asia Tenggara.

Hal itu diungkapkan Chief Executive Officer (CEO) National Hospital Rudy Surjanto di sela grand opening National Hospital Surabaya, Senin (28/10/2013). Menurutnya, peningkatan kualitas layanan dan sumber daya manusia serta fasilitas terus dilakukan, dengan harapan agar Indonesia bisa memiliki rumah sakit yang bisa menjadi pilihan dan rujukan masyarakat serta mereka yang ingin gaya hidup sehat.

"Sejumlah instalasi dan fasilitas yang ada di rumah sakit ini bahkan yang pertama di Indonesia. Instalasi radiologi misalnya sudah dilengkapi MRI (magnetic resonance imaging) 3 Tesla Wide Bore, yang merupakan teknologi terbaru pertama di Indonesia yang dilengkapi 32 channel coil sehingga menghasilkan gambar lebih jelas (high definition) dan proses pemeriksaan lebih cepat (high speed)," katanya.

Selain itu, lanjut dia, National Hospital juga dilengkapi CT-Scan 128 Slice, dengan kemampuan interpolasi 500 slices sangat baik untuk pemeriksaan jantung dan pembuluh darah serta mamiliki paparan radiasi 30-40 persen lebih rendah dari alat CT Scan lainnya. National Hospital juga memiliki delivery bed pertama di Asia Tenggara yang dilengkapi fungsi pijat, klinik obgyn dengan examination table yang memperoleh Red Dot Design Award 2011.

Dengan keunggulan tersebut, pihaknya mengklaim bahwa instalasi radiologi di National Hospital adalah yang terdepan dalam pelayanan dan edukasi. "Ini sangat membantu para dokter dalam menegakkan diagnosa dan meningkatkan keamanan bagi pasien. Dana ke depan kita akan terus melangkapi fasilitas dan meningkatkan layanan agar masyarakat yang biasanya berobat ke luar negeri bisa dilayani di sini," ujar Rudi.

Sementara itu dalam sambutannya, Menteri Kesehatan RI Nafsiah Mboi mengaku sangat bangga Indonesia memiliki rumah sakit National Hospital yang bisa disejajarkan dengan rumah sakit favorit yang ada di sejumlah negara, seperti Singapura, Malaysia, dan negara lainnya. Dengan demikian, ia berharap jumlah pasien asal Indonesia yang berobat ke luar negeri bisa beralih ke National Hospital yang otomatis juga dilayani tenaga-tenaga lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan yang ada di luar negeri.

Dalam kesempatan itu dia berharap National Hospital terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada semua masyarakat tanpa pandang bulu. "Ini seiring dengan dimulainya BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2014 mendatang dimana pemerintah menjamin layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Jadi meski di National Hospital sudah tersedia kamar kelas III, namun saya berharap jumlahnya juga bisa ditambah," tandas Nafsiah.

Sekadar diketahui, National Hospital dikembangkan oleh PT Surabaya Jasa Medika, perusahaan patungan antara PT Istana Mobil Surabaya Indah member of PT Istana Kemakmuran Motor dan PT Grande Family View, anak usaha pengembang properti nasional PT Intiland Development Tbk. Dalam periode 10 tahun sejak 2010, PT Surabaya Jasa Medika sendiri mentargetkan akan membangun 3 rumah sakit yang modern dan bertaraf internasional di Indonesia.

Rumah sakit yang berlokasi di kawasan Boulevard Graha Family Surabaya ini memiliki fasilitas pelayanan kesehatan yang terintegrasi, antara lain emergency room dengan 8 tempat tidur, 30 kamar klinik spesialis, dan 123 kamar rawat inap. kbc7

Bagikan artikel ini: