Perusahaan pelayaran keluhkan minimnya kapal tunda di Tanjung Perak

Selasa, 10 Desember 2013 | 18:05 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Perusahaan pelayaran mengeluhkan minimnya jumlah kapal tunda, kapal yang bertugas membantu kelancaran kapal-kapal besar sandar di Pelabuhan Tanjung Perak. Karena kondisi tersebut cukup mengganggu kelancaran dan kecepatan kapal sandar di pelabuhan.

Keluhan tersebut diutarakan oleh General Manager PT Tanto Intim Line H.Moningka dalam pertemuan yang digelar oleh PT Pelindo III untuk menjaring kaluhan konsumen pengguna jasa kepelabuhan.

"Kami bilang apa adanya, seperti kurangnya kapal tunda di Pelabuhan Tanjung Perak, manuver kapal yang terganggu jika tambatan sedang penuh, kondisi alat bongkar muat di Terminal Petikemas Surabaya yang tidak memadahi," kata Moningka di Surabaya, Selasa (10/12/2013).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo III Husein Latief mengungkapkan, sejauh ini Pelindo III terus berupaya meningkatkan pelayanan. Karena pihaknya mengakui, masih ada pelayanan yang dianggap kurang oleh pengguna jasa kepelabuhan. Untuk itu, mulai hari ini hingga Kamis (12/12/2013) Pelindo III akan mengumpulkan konsumen jasa kepelabuhan, khususnya perusahaan pelayaran.

Sedikitnya, ada sekitar 15 perusahaan pelayaran petikemas domestik yang diundang untuk hadir dan diharapkan bisa memberikan informasi kekurangan layanan yang ada. Mereka adalah PT Suntraco Intim Transport, PT Tanto Intim Line, PT Samudera Shipping Service, PT Bintang Jasa Samudera Line, PT Caraka Tirta Perkasa Line, PT Taruna Kusan Eksplosif, PT Pelayaran Alkan Abadi, PT Pelayaran Tempuran Emas, PT Jaya Kusuma Perdana Line, PT Pelayaran Samas Agung Tunggal Perkasa, PT Namsurya Citra Line, PT Mentari Sejati Perkasa, PT Salam Pasific Indonesia Line, PT Meratus Line, dan PT Timur Asri Laut. Pertemuan juga dihadiri oleh seluruh elemen layanan di PT Pelindo III mulai dari kantor cabang hingga anak perusahaan.

"Dengan adanya tatap muka langsung ini, diharapkan dapat diketahui kekurangan-kekurangan yang ada di setiap pelabuhan dan menjadi masukan untuk perbaikan kedepan. Kita mau mereka terbuka apa adanya, tidak ada yang ditutup-tutupi. Maka dari itulah kegiatan ini dilakukan dengan konsep tatap muka langsung dengan perusahaan pelayaran satu-persatu," katanya.

Husein melanjutkan kegiatan tatap muka ini bukanlah yang pertama dilakukan oleh Pelindo III. Setiap tahun Pelindo III mengundang operator pelayaran petikemas domestik untuk duduk bersama memecahkan permasalahan di pelabuhan. Pihaknya mengaku setiap tahun pasti ada permasalahan baru yang harus segera ditangani utuk meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan.

"Permasalahan pasti selalu ada dan kami berkomitmen untuk memperbaiki itu semua. Mereka selalu kami tanya apakah ada perubahan setiap kali tatap muka ini dilakukan, dan jawaban mereka ada. Artinya kegiatan ini efektif dalam menampung dan menyelesaikan keluhan pelanggan," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: