Pascaledakan, pajak hotel dan restoran bakal merosot

Selasa, 21 Juli 2009 | 19:21 WIB ET

JAKARTA - Dampak peledakan bom di Ritz-Carlton dan JW Marriott, Jakarta, terhadap penerimaan pajak akan cukup signifikan. Diprediksi, penerimaan pajak dari sektor pajak hotel dan restoran akan mengalami penurunan. Hal ini akan memengaruhi penerimaan pajak di daerah.

”Kita percaya pengaruh bom terhadap penerimaan pajak sama sekali tidak signifikan. Paling kalau dari turis ke hotel, restoran, pajaknya pajak daerah, bukan pajak pusat, jadi tidak ada pengaruhnya,” kata Dirjen Pajak Darmin Nasution di Jakarta, Selasa (21/7/09).

Darmin mengungkapkan, penerimaan pajak semester I-2009 turun 2,8 persen menjadi Rp253,181 triliun dibandingkan periode yang sama 2008 yang sebesar Rp 260,556 triliun. Sehingga dari target APBN 2009 penerimaan pajak semester I-2009 baru tercapai 43,07%.

Penurunan ini terjadi sebagai efek dari krisis global yang terjadi pada akhir 2008 dan kuartal pertama tahun ini.

Pertumbuhan pajak selama Januari-Juni 2009, tumbuh minus 2,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. tahun lalu kita bisa mencapai Rp 260,556 triliun, tapi tahun ini pada periode yang sama hanya mencapai Rp 253,181 triliun. "Meski demikian, kami merasa optimistis, kalau sampai akhir tahun nanti, target yang ada bisa dicapai Rp 587,827 triliun," ujarnya.

Saat ini, sambung dia, Direktorat Jenderal Pajak sudah menyiapkan langkah-langkah khusus untuk memperbaiki penerimaan. Salah satu contohnya bagaimana membangun sistem informasi yang terpadu dengan menjalankan benchmark bukan hanya untuk PPh Badan, tapi ke semua jenis pajak.

”Perbaikan ini bukan hanya di metodenya saja, tapi juga otomatisasi sistem terpadu dengan database Ditjen Pajak. Kami sangat yakin secara bertahap, DJP akan memperbaiki, optimalisasi penerimaan ke depan,” terangnya.

Darmin mengatakan, dari penerimaan pajak yang tercatat selama Januari-Juni, penerimaan total pajak non migas mencapai Rp 225,793 triliun. Tahun lalu pada periode yang sama penerimaan ini sebesar Rp 226,206 triliun. Sehingga pertumbuhannya minus 0,18 persen.

Proporsi penerimaan periode ini terhadap total rencana setahun APBN 2009 adalah 41,12 persen jika dihitung tanpa PPh Migas. Sedangkan kalau penerimaan dihitung dengan PPh Migas maka proporsi penerimaan sampai Juni ini sudah mencapai 43,07 persen. Penerimaan ini menurun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 47,04 persen jika dihitung tanpa PPh Migas dan mencapai 48,74 persen jika dihitung dengan PPh Migas.

Secara rinci penerimaan pajak sampai Juni 2009 adalah PPh sebesar Rp 136,398 triliun atau tumbuh 5,19 persen dibanding tahun lalu, PPN dan PPnBM sebesar Rp 81,048 triliun, PPh dan PPN/PPnBM sebesar Rp 217,447 triliun, PBB sebesar Rp 4,678 triliun, Penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan atau Bangunan (BPHTB) sebesar Rp 2,202 triliun, penerimaan pajak lainnya sebesar Rp 1,465 triliun. kbc10/kbc5

Bagikan artikel ini: