Bangun 16 SPBG, PGN rogoh Rp260 miliar

Jum'at, 13 Desember 2013 | 08:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT PGN Tbk berencana membangun 16 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di sejumlah wilayah pada tahun 2014 mendatang. Guna mewujudkan rencana itu, PGN menyiapkan dana investasi sekitar Rp260 miliar.

Ke-16 SPBG tersebut berlokasi di Jabodetabek dan Sukabumi, Jabar sebanyak 12 unit, juga Jatim 3 unit, sedang Pekanbaru dan Riau 1 unit.

Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusup mengatakan, sumber pendanaan untuk ekspansi tersebut berasal dari kas internal. Saat ini, PGN sudah memiliki dua unit SPBG bergerak (mobile refueling unit/MRU).

"Satu unit MRU ditempatkan di Kawasan Monas, Jakarta Pusat dan lainnya direncanakan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat," kata Heri di Jakarta, Kamis (12/12/2013).

Menurut dia, sebagian besar SPBG yang dibangun pada 2014 mendapat suplai gas langsung melalui pipa (online) dan setidaknya dua unit lainnya berjenis MRU. Ia meyakini, SPBG yang dibangun nantinya memiliki pasar khususnya ribuan kendaraan TransJakarta yang akan beroperasi dalam waktu dekat.

"SPBG yang ada sekarang, tidak mencukupi kalau ribuan kendaraan itu datang," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah memberi penugasan kepada PGN agar pembangunan SPBG tersebut bisa lebih cepat.

Dengan penugasan tersebut, lanjutnya, maka PGN bisa membeli gas untuk kebutuhan transportasi dengan harga sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 2261K/12/MEM/2013 yakni 4,72 dolar AS per juta "British thermal unit" (MMBTU).

Sekadar diketahui, Kepmen ESDM tentang Ketentuan Harga Jual Gas Bumi dari KKKS dan Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Niaga Gas Bumi Melalui Pipa untuk Alokasi BBG yang ditandatangani Jero Wacik pada 8 Mei 2013 menyebutkan pula, harga gas untuk transportasi itu tidak dikenakan eskalasi, "take or pay" (kewajiban pembelian) dan "stand by letter of credit" (jaminan perbankan).

Menurut Heri, saat ini, PGN masih membeli harga gas untuk transportasi dengan skema komersial dan itu memberatkan. "PGN tidak bisa mengatur harga BBG ke konsumen," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: