Akibat banjir, tiap petambak tekor hingga Rp50 juta

Jum'at, 24 Januari 2014 | 11:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Banjir di awal tahun ini membuat petambak mengalami gagal panen. Tingginya curah hujan sejak Selasa (21/1/2014) membuat kolam petambak harus menderita kerugian hampir Rp 50 juta rupiah.

Teguh Uripno, pembina Kelompok Petambak Mina Pantura, Desa Desa, Gebang Keret, kecamatan Sragi, Pekalongan,Jawa Tengah mengutarakan hal itu kepada kabarbisnis.com,di Jakarta, Jumat (24/1/2014).

Menurut Teguh, lele yang diternak adalah Sangkuriang, Phyton dan Dumbo. Meski dirinya sudah menggunakan kolam terpal yang lebih tinggi 1 meter ketimbang kolam tanah, tingginya curah hujan membuat ikan ikut terbawa arus banjir.

Teguh mengatakan, setidaknya 8.000 ekor benih lele berukuran 35 cm hanyut tersapu banjir. Akibat kejadian itu pula, sebanyak 3 kuintal pakan untuk kebutuhan panen rusak.

Menurutnya, risiko kerugian terbesar dialami petambak lele di desanya yang masih menggunakan kolam tanah. Diakui, kerugian material ini sudah tiga kali dialami petambak di desanya yakni sejak 2008, 2009, dan 2014.

Atas kejadian yang menimpa para petambak itu, Teguh mengatakan, penurunan populasi ikan Lele di wilayahnya. Dia mengakui, dinas perikanan dan kelautan setempat sudah menghubungi untuk dilakukan pendataan.

Namun sayangnya, dari dua pengalaman lalu, tidak ada tidak lanjutnya. "Kita berharap ada bantuan berupa penggantian benih ikan atau bantuan pembangunan kolam ikan permanen," imbuhnya. kbc11

Bagikan artikel ini: