Swiss hibahkan US$4,5 juta biar perikanan Indonesia makin baik

Selasa, 11 Februari 2014 | 13:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah Swiss melalui The Swiss State Secretary for Economic Affairs (SECO) memberikan hibah US$ 4,5 juta kepada pemerintah Indonesia. Rencananya, dana itu akan digunakan untuk peningkatan kapasitas usaha dan industri ekspor hasil perikanan.

Hibah itu berbentuk bantuan teknis dari sumber daya manusia, baik di bidang produksi, paska panen serta pengolahan. Demikian dikatakan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (P2HP KKP) Saut P Hutagalung usai Kick Off Meeting Inisiasi program "Increasing Trade Capacities of Selected Value Chain Within the Fisheries Sector in Indonesia" di Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Saut menuturkan, mekanisme teknis program hibah akan dilaksanakan National Chief Technical Advisor (NCTA) /tenaga ahli selama 5 tahun. NCTA akan melibatkan penyusunan kurikulum maupun pengajaran di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) .

Sejumlah issue itu berkenaan kelestarian sumber daya perikanan,efisiensi dan daya saing untuk menembus pasar luar negeri. "Program hibah ini sejalan dengan industrialisasi KKP," kata Saut.

Mengenai produk perikanan yang akan dipilih,jelas Saut kembali,akan dipilih 3 dari 7 item prioritas untuk dikembangkan baik aspek kualitas, nilai produk dan nilai ekspor seperti udang, tuna, rumput laut, nila, patin, bandeng, pindang.

Khusus komoditas pindang,sambung dia, ditujukkan pada ketersediaan bahan baku dalam negeri, peningkatan mutu, keamanan pangan serta pemenuhan protein dan konsumsi dalam negeri.

"Misalnya komoditas udang,akan dikembangkan di Sidoarjo, Jawa Timur yang selama ini merupakan sentra budidaya sekaligus industri pengolahannya," terang Saut.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia KKP Suseno mengatakan, memasuki rencana pembangunan nasional 2015-2019, penguatan personalia dan sumber daya alam (SDA) menjadi fokus program bersama pemerintah. Sehubungan dengan pelaksanaan program hibah itu meliputi 6 sub kegiatan yang diawali dari kesepakatan produk, kebutuhan SDM, pemenuhan persyaratan pasar ekspor,branding hingga promosi pasar luar negeri.

Suseno menambahkan, nantinya STP Jakarta akan dijadikan Pusat Mutu dan Produktifitas,menjadi pusat edukasi bagi UKM. "Itu dilakukan sebagai peningkatan kapasitas mereka mencapai persyaratan dan mutu produk perikanan," terangnya. kbc11

Bagikan artikel ini: