Terhempas abu Kelud, sapi perah di Malang tak berproduksi susu

Senin, 17 Februari 2014 | 07:07 WIB ET

MALANG, kabarbisnis.com: Para peternak sapi perah di kawasan Ngantang, Malang harus menelan pil pahit. Selain tempat tinggal mereka yang terkena erupsi Gunung Kelud, hujan abu vulkanik juga membuat produksi susu sapi terhenti untuk sementara.

Hal ini membuat potensi pendapatan Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Makmur di Ngantang, Malang, Jawa Timur yang rata-rata sebesar Rp 300 juta per hari melayang. Koperasi ini memang setiap harinya mampu menampung susu 62 ribu liter susu sapi perah yang nanti disetor ke PT Nestle Pasuruan.

"Masih belum masuk pasokan susu sapinya, sapi kalau stress belum bisa untuk diperah," kata M. Ade Agung, Manajer KUD Sumber Makmur, akhir pekan lalu.

Diakuinya, sapi perah peternak yang ada di desa tersebut jumlahnya mencapai 9.000 ekor. Sementara, Agung masih berusaha agar para peternak diizinkan kembali ke perkampungan untuk memberi pakan sekaligus memerah susu sapi, namun hal ini memang masih dilarang Satkorlak setempat, karena status Gunung Kelud belum aman.

"Ini saya sekarang baru membagikan pakan sapi dari Dinas Pertanian, yang penting sapinya kenyang dulu," pungkas Agung. kbc10

Bagikan artikel ini: