Interkoneksi antar pelabuhan picu lonjakan arus barang

Jum'at, 14 Maret 2014 | 07:26 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Interkoneksi antar pelabuhan yang dibangun oleh PT Pelabuhan Indonesia III di wilayah kerja berdampak positif terhadap pertumbuhan arus barang. Program yang digenjot sejak 5 tahun yang lalu itu telah memicu pertumbuhan arus barang di sejumlah pelabuhan, seperti Tanjung Perak, Tanjung Emas, Banjarmasin, Benoa, Kumai, Sampit, Lembar, Tenau Kupang, dan pelabuhan lainnya.

Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo III, Faris Assagaf menguraikan bahwa guna mendukung efektifitas arus logistik melalui laut, perseroan terus melakukan upaya-upaya terobosan. Mulai dari pembuatan fasilitas pelabuhan seperti dermaga, lapangan penumpukan dan modernisasi peralatan hingga penataan lingkungan dermaga dan fasilitas penunjang seperti jalan serta interkoneksi antar pelabuhan.

"Penciptaan kondisi di masing-masing pelabuhan bisa mendorong pertumbuhan peti kemas domestik hingga 15% dan arus petikemas internasional sebesar 4-5% di Pelabuhan Tanjung Perak," jelas Faris Assegaf di Surabaya, Kamis (13/3/2014).

Lebih jelas ia mengatakan, arus barang di titik utama interkoneksi yaitu Pelabuhan Trisakti-Banjarmasin, Sampit, Kumai, Maumere dan Tenau Kupang terus meningkat. Pelabuhan Trisakti-Banjarmasin yang pada 2010 hanya melayani 272.180 boks meningkat 23% pada 2011 menjadi 335.733 boks setelah dibangun lapangan penumpukan. Peningkatan berlanjut pada 2012 tercatat volume yang dilayani 384.323 boks dan naik 14% pada 2013 menjadi 387.000 boks.

Fenomena pertumbuhan signifikan karena perbaikan fasilitas juga terlihat di Pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pada 2011 arus peti kemas 56.985 boks naik 4,7% menjadi 59.689 boks pada 2012. Sedangkan pada 2013 arus peti kemas 78.322 boks naik 31,2%. Di pelabuhan ini, container crane disiapkan satu unit dan dua unit RTG (rubber tired gantry) serta penyiapan lapangan penumpukan.

Perbaikan fasilitas, juga dilakukan di Pelabuhan Kumai, Sampit, Maumere maupun Lembar. Perbaikan di pelabuhan lain berdampak pula di Tanjung Perak. Terminal konvensional Pelabuhan Tanjung Perak pada 2010 volume arus peti kemas 353.735 boks naik 52% pada 2011 menjadi 538.658 boks.

Pria kelahiran Ternate, Maluku Utara itu menegaskan, petikemas domestik di Pelabuhan Tanjung Perak memang tidak hanya dari Pelabuhan Banjarmasin. Sebab di beberapa daerah seperti Kupang, Maumere, Bagendang, Sampit, Kumai, dan Lembar sudah menggunakan petikemas. Dimana daerah-daerah yang sudah mengalami peralihan petikemas itu menjadi trigger setelah dilakukannya investasi alat.

"Trigger-nya Pelabuhan Banjarmasin mempengaruhi Pelabuhan Tanjung Perak. Pada 2011 mulai Pelabuhan Lembar, Tenau Kupang, Maumere juga ditata, efeknya semua lari ke Pelabuhan Tanjung Perak," tambahnya.

Halaman 1 dari 2
Bagikan artikel ini: