Arus kunjungan kapal di Tanjung Perak terus melonjak

Sabtu, 19 April 2014 | 07:08 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja perdagangan di wilayah Jawa Timur dan Indonesia bagian timur pada tahun ini menunjukkan gelagat yang cukup bagus. Hal ini terlihat dari realisasi tingkat kunjungan kapal di pelabuhan Tanjung Perak yang mengalami kenaikan signifikan.

PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) Cabang Tanjung Perak menyatakan, arus kunjungan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur sepanjang Januari hingga Maret 2014 tercatat naik 7% sebanyak 3.271 unit kapal dibanding triwulan I tahun 2013.

Kepala Humas PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak Dhany Rahmad Agustian mengungkapkan, berdasarkan data realisasi arus kunjungan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sepanjang Januari hingga Maret 2014 tercatat 3.271 unit kapal telah membawa barang dan orang melalui Pelabuhan Tanjung Perak dengan berat kapal mencapai 17,5 juta gross ton (GT).

"Kenaikan jumlah kunjungan kapal ke pelabuhan Tanjung Perak menunjukkan geliat perdagangan di Jawa Timur dan Kawasan Timur Indonesia (KTI) semakin meningkat. Hal tersebut terlihat dari adanya peningkatan pedagangan dan arus barang yang melalui Pelabuhan Tanjung Perak yang merupakan pelabuhan utama sebagai pintu gerbang perekonomian wilayah Jawa Timur dan juga Kawasan Timur Indonesia (KTI)," kata Dhany Rahmad Agustian, Surabaya, Jumat (19/4/2014).

Berdasarkan jenis kapal, kapal petikemas masih mendominasi dengan jumlah 1.125 unit dengan berat mencapai 8,9 juta GT, disusul kapal tanker sebanyak 386 unit dengan berat mencapai 3,1 juta GT. Selanjutnya kapal penumpang hingga triwulan I tahun 2014 tercatat 378 unit atau setara dengan 2,9 juta GT. Kemudian kapal nonpetikemas sebanyak 613 unit atau setara 1,8 juta GT.

"Berdasarkan bendera kapal di Pelabuhan Tanjung Perak masih didominasi kapal berbendera Indonesia sebesar 54 persen dibandingkan kapal berbendera asing. Kapal berbendera Indonesia tercatat 2.805 unit dengan berat mencapai 9,4 juta GT, sedangkan kapal berbendera asing tercatat 466 unit atau 8 juta GT," tambahnya.

General Manager Pelindo III Cabang Tanjung Perak Toto Heli Yanto menjelaskan, peran pelabuhan tidak dapat dipungkiri saat ini semakin penting sebagai gerbang perekonomian dan arus barang serta sebagai salah satu mata rantai logistik dimana terlihat dengan adanya tren selama lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang signifikan khususnya dalam ukuran kapal.

"Arus peningkatan kunjungan kapal ini akan semakin meningkat sangat tajam khususnya pada satuan Gross Ton (GT) setelah pelebaran dan pendalaman Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) selesai, artinya semakin banyak barang yang dibawa kapal yang cenderung besar ukurannya, maka juga akan menjadi semakin efisien biaya logistiknya," jelasnya.

APBS dinilai memiliki peranan penting dalam menunjang Pelabuhan Tanjung Perak sebagai pintu gerbang ekonomi Provinsi Jawa Timur dan wilayah Indonesia Timur dengan harapan bisa mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur sebesar 7%- 8% pada 2014.kbc6

Bagikan artikel ini: