Ekspor Jatim ke Afsel di kuartal I meroket 1.159%

Jum'at, 30 Mei 2014 | 15:14 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja ekspor Jawa Timur ke Afrika Selatan kian membanggakan. Sepanjang kuartal I/2014, terjadi kenaikan yang luar bisa, mencapai 1.159%, dari US$25,910 juta menjadi US$326,276 juta.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, Budi Setiawan mengatakan bahwa keberhasilan tersebut dipicu oleh gencarnya Jatim melakukan penetrasi dan promosi produk, khususnya untuk emas perhiasan.

"Sebagian besar ekspor Jatim ke Afsel adalah komoditas emas perhiasan dan permata. Dan kenaikan ekspor perhiasan permata pada tahun ini memang cukup tinggi, bahkan sekarang menjadi komoditas andalan ekspor yang menduduki peringkat pertama ekspor Jatim ke seluruh negara," ujar Budi Setiawan di Surabaya, Jumat (30/5/2014).

Budi menuturkan, pada kuartal I/2014 ekspor perhiasan permata Jatim mencapai US$953,077 juta. Realisasi tersebut naik 327,31% dibanding realisasi ekspor komoditas sejenis pada tahun lalu di periode yang sama yang hanya dikisaran US$223,042 juta.

"Komoditas ini memberikan sumbangan sebesar 20,12% terhadap total ekspor non migas Jatim sepanjang kuartal I/2014 yang mencapai US$4,724 miliar," tambahnya.

Kenaikan ekspor juga terjadi pada negara tujuan Taiwan. Ekspor ke Taiwan pada periode tersebut mengalami kenaikan sebesar 308,53%, dari US$73,999 juta menjadi US$228,313 juta. Sementara ekspor India naik 41,56%, dari US$95,503 juta menjadi US$135,196 juta dan ekspor ke Tingkok juga mengalami kenaikan sebesar 40,76%, dari US$408,390 juta menjadi US$574,860 juta.

"Jika dilihat dari komoditas ekspor, selain emas perhiasan dan permata, kenaikan ekspor juga terjadi pada komoditas bahan kimia organik yang naik 70,15% dan komoditas udang dan ikan naik 42,08%," ujarnya.kbc6

Bagikan artikel ini: