Pembibitan bandeng skala RT Indonesia terbesar sejagat raya

Jum'at, 30 Mei 2014 | 15:37 WIB ET

BULELENG, kabarbisnis.com: Hatchery (pusat produksi pembibitan) Skala Rumah Tangga (HSRT) komoditas ikan bandeng merupakan terbesar di dunia. Pengembangan ekonomi masyarakat lokal tersebut tidak terlepas masyarakat sekitar yang mengadopsi teknologi dari Balai Besar Litbang Budidaya Laut Gondol,Bali.

Kepala Pusat Balitbang Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Tri Heru Prihadi mengatakan, sarana hatchery terbentang sepanjang pesisir seluas 35 kilo meter (km) di Bali Utara tepatnya kabupaten Buleleng. Setidaknya,melibatkan 4.000 unit usaha skala rumah tangga.

Menurut Tri Heru,produksi benih ikan bandeng skala rumah tangga itu mencapai 10 juta ekor per hari. Tidak hanya memenuhi permintaan pasar domestik, benih bandeng masyarakat juga dipasarkan ke ekspor seperti Malaysia, Singapura dan Philipina.

Tri Heru menambahkan,saat ini dari 4.000 unit HSRT, sekitar 90% masyarakat membudidayakan komoditas ikan bandeng. Adapun sisanya, diisi kerapu dan kakap putih.

Menurutnya,sekitar 2/3 wilayah Indonesia lautan. Saat ini,potensi lautan yang digarap belum sebesar 5%. Dia meyakini, keanekaragaman sumber daya ikan yang ada di Indonesia menjadi kekuatan ekonomi bangsa ke depan.

Kepala Balai Besar Budidaya Air Laut (BBPBL) Gondol Rudhy Gustiano mengatakan,ikan bandeng menjadi komoditas riset pemulihaan dilatarbelakangi dari terus menurunnya pertumbuhan bandeng.Padahal, permintaan pasar kian besar.

Ditambahkan, balai berhasil menyeleksi calon induk, memperbaiki teknik produksi dan peningkatan nener, serta memproduksi calon induk yang memiliki pertumbuhan cepat.Hasilnya,diperoleh calon induk sekitar 1.200 ekor dengan berat masing masing di atas 2 kilogram.

Rudhy mengatakan, sejak masyarakat di kawasan pesisir pantai Bali Utara menerjuni budidaya perbenihan , mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat."Sebelumnya rumah warga di pesisir didominasi gubuk rumbia, tapi sekarang tidak ada lagi,"terang Rudhy dalam Press Tour 2014 , Buleleng,Jumat (30/5/2014)

Toni Setiadarma, peneliti budidaya bandeng BB Budidaya Air Laut mengatakan, budidaya perbenihan bandeng dilirik masyarakat karena perputaran uangnya yang cepat.Harga benih bandeng 1-4 cm untuk pasar lokal sebesari Rp 8.

Bagaimana bukan disebut bisnis yang prospektif, menurutnya, benih bandeng dapat panen petani sekitar 15- 18 hari saja, kemudian .dijual kepada petambak diluar Bali untuk dibesarkan selama 4 bulan."Harga benih ukuran 1-4 cm pasar domestik dijual Rp 8-10 per ekor,"kata Tony.

Selain benih ikan bandeng,Rudhy kembali menjelaskan,komoditas abalon juga menjadi subyek riset utama BBPBL Gondol . Abolon merupakan jenis kerang yang hidup di daerah perairan yang berbatu karang dan banyak ditumbuhi rumput laut.Abalon bernilai eksotik dan bernilai tinggi.

Pasar domestik berani membayar dengan harga hingga Rp 600.000 per kg dalam kondisi hidup.Bahkan, apabila sudah sampai di pasar ritel di Surabaya sudah melebihi Rp 1 juta per kg." Untuk pasar ekspor Jepang,berani membayar Rp 6 juta per kg.Kita siap mentransfer teknologi kepada masyarakat,"terangnya.kbc11

Bagikan artikel ini: