Perhatian pemerintah terhadap pesantren dinilai minim

Rabu, 4 Juni 2014 | 20:12 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ketua Dewan Pembina Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia (MPPPI) KH. Shalahuddin Wahid menilai, selama ini pemerintah kurang memperhatikan keberadaan pondok pesantren. Pesantren menjadi lembaga pendidikan yang terlupakan.

"Perhatian memang sudah ada tetapi masih sangat kecil. Padahal keberadaan pesantren bagi kemajuan Indonesia sangat besar," kata KH. Shalahuddin Wahid usai menjadi salah satu pembicara dalam acara International Conference on Islamic Economics and Civilization (ICIEC) di Hotel Bumi Surabaya, Rabu (4/6/2014).

Untuk itu, dalam perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden kali ini, MPPPI mengundang kedua capres-cawapres pasangan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk memaparkan visi dan misi mereka untuk memajukan dan memberdayakan pesantren. "Setelah mereka memaparkan visi dan misi, baru kami akan menentukan sikap, kepada siapa dukungan akan diberikan," katanya.

Adik KH Abdurrahman Wahid ini menegaskan bahwa sejauh ini seluruh pesantren di Jawa dan luar Jawa masih belum menentukan sikap politik mereka untuk mendukung salah satu dari dua pasangan capres cawapres pada pemilihan umum (pemilu) presiden tahun ini.

Keputusan dukungan akan diberikan ketika kedua Capres dan Cawapres telah memaparkan visi dan misi serta program mereka untuk kemajuan Indonesia, khususnya untuk pesantren di seluruh nusantara. "Saya akan undang sekitar 200-300 pengurus pesantren di Jawa dan luar Jawa untuk berdiskusi dengan beliau-beliau," ujarnya.

Keinginan untuk bertemu dan berdialog dengan kedua pasangan Capres dan Cawapres tersebut juga dalam rangka menjajaki apakah mereka sudah paham dengan keberadaan pesantren. Jika masih belum paham, maka ia akan memberikan pemahaman tentang lembaga pendidikan yang berbasis massa Islam tersebut. "Kalau tidak mengerti, kami akan kasih tahu, dalam banyak hal," ujarnya.kbc6

Bagikan artikel ini: