OJK minta KPPU cermati praktik bisnis bancassurance

Kamis, 12 Juni 2014 | 17:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta supervisi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk mencermati produk bancassurance. Seiring dengan hal itu, OJK akan mengeluarkan regulasi berkenaan praktik bisnis ini.

Bancassurance merupakan produk kerja sama antara bank dan perusahaan asuransi. Bank dijadikan sarana untuk memasarkan produk asuransi baik tawaran kepada nasabah itu mencakup proteksi sekaligus investasi nasabah.

Deputi Komisioner OJK Bidang Pengawasan Industri Keuangan Nonbank (IKNB), Dumoli F Pardede menilai, sejumlah perusahaan asuransi telah menciptakan iklim persaingan bisnis yang tidak sehat.Pasalnya,kepemilikan produk bancassurance itu cenderung ekslusif.

"Produk asuransi yang ekslusif, tentunya akan menciptakan unfair competition di bisnis asuransi. Kami akan meminta kepada KPPU untuk mencermati ini. Ada atau tidak guideline dari KPPU? Kami akan meminta," kata Dumoli dalam sebuah seminar di Jakarta, Kamis (12/6/2014).

Dumoli menambahkan, bentuk eklusifitas itu karena bank hanya menjual produk bancassurance dari satu-dua perusahaan saja. Seharusnya, format kerjasama membuka peluang yang sama dengan perusahaan asuransi lebih luas.

Data yang dirilis OJK menyebutkan, kerjasama bancassurance yang telah dilaporkan dan dicatat hingga 21 April 2014 adalah sebanyak 1.057 kerjasama. Sebanyak 26 perusahaan asuransi jiwa kerjasama dengan 40 bank dan ada 23 perusahaan asuransi umum dengan 67 bank.

Menurutnya, kerjasama tersebut bukan hanya untuk produk asuransi konvensional, melainkan juga produk syariah. Karena itu, menurut Dumoli, ke depan OJK akan mengatur aspek prudensial berkenaan pengawasan produk bancassurance sekaligus melarang pemberian upfront fee oleh perusahaan asuransi kepada bank yang menjadi rekan bisnis bancassurance.

Prinsipnya, semua produk bancassurance yang dikeluarkan harus seiizin OJK. "OJK juga akan mengeluarkan ketentuan agar tercipta same level playing field antara perusahaan asuransi dan bank serta antara sesama perusahaan. Pengaturan persaingan usaha terkait bisnis bancassurance merupakan kewenangan KPPU," tutur Dumoli.

Selain itu, petugas bank yang akan melakukan pemasaran produk harus memenuhi ketentuan seperti memperoleh sertifikasi keagenan asuransi dari asosiasi terkait dan memperoleh pelatihan mengenai produk asuransi yang akan dipasarkan.

Kesempatan sama, komisioner KPPU Chandra Setiawan mengusulkan, skema tender dapat dilakukan untuk meminimalisir celah praktik monopoli pemasaran produk bancassurance. Setidaknya, minimal ada tender tiga perusahaan sebelum menjadi exclusive dealing atau mitra perbankan.

Chandra menekankan, KPPU akan melihat, sejauhmana pengaruh dominasi pasar suatu produk bancassurance. "Contohnya,jika melebihi 70% dari market bancassurance naka bank yang menyalurkannya dapat dianggap melanggar aturan monopoli," tegasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: