Trias Sentosa kewalahan penuhi permintaan produk film label

Rabu, 18 Juni 2014 | 05:02 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Dalam beberapa tahun terakhir permintaan produk film label oleh kalangan industri makanan dan minuman maupun consumer goods di dunia terus mengalami peningkatan. Salah satu perusahaan yang 'ketiban rezeki' atas hal itu adalah PT Trias Sentosa Tbk.

Tidak heran jika saat ini perusahaan yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur ini tengah menggenjot produksi film label yang dianggap selain memang potensi pasarnya besar, juga memiliki nilai tambah.

Direktur Utama PT Trias Sentosa Tbk, Sugeng Kurniawan mengatakan, saat ini pihaknya memang cukup kewalahan menerima permintaan produk film label dari beberapa negara, khususnya industr-industri besar. Hal ini cukup menggembirakan mengingat pada lima tahun lalu justru perseroan yang harus aktif mendekati konsumen.

"Produk film label memang hasil inovasi perseroan karena melihat tren permintaan industri-industri besar dunia. Saat ini kami rutin memasok produk ini ke enam perusahaan besar di beberapa negara seperti di China, Malaysia, Australia, dan terbaru ke Thailand. Rata-rata setiap perusahaan menyerap 20 ton per bulan," kata Sugeng usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan di Surabaya, Selasa (17/6/2014).

Saat ini, lanjut dia, rata-rata penjualan produk film label perseroan mencapai 180 ton per bulan. Meski terbilang kecil dibanding total produksi film perseroan atau hanya berkontribusi sekitar 5%, namun tren permintaan produk ini terus meningkat.

"Sebagai gambaran, tahun lalu rata-rata penjualan film label kita masih di kisaran 140-150 ton per bulan, namun sekarang di angka 180 ton. Ini kita belum bisa memenuhi permintaan," tukasnya.

Kian diliriknya produk film label Trias Sentosa, lanjut Sugeng, selain karena harga yang ditawarkan kompetitif, pihaknya tetap menjaga kualitas produk dan inovasi baru.

"Di dunia, pemain produk film label hanya sekitar 2-3 produsen besar. Meski demikian, kami yakin bahwa perseroan mampu bersaing," ujarnya.

Ditambahkannya, pasar produk film label memang masih didominasi ekspor. Namun demikian, pihaknya tidak mengesampingkan pasar di dalam negeri. "Meski komposisinya kecil, namun penjualan di dalam negeri juga menunjukkan tren peningkatan yang signifikan," ungkapnya.

Oleh karena itu, guna mengantisipasi terus meningkatnya permintaan konsumen, pihaknya bakal menambah mesin coating yang khusus untuk memproduksi film label. Pabrik baru coating dan thermal film berkapasitas 250 ton per bulan ini diproyeksi akan menyerap dana investasi Rp 35 miliar. Dia berharap mesin baru tersebut bisa mulai dioperasikan tahun ini. kbc7

Bagikan artikel ini: