Tingkat literasi keuangan masyarakat RI di bawah Filipina

Rabu, 2 Juli 2014 | 20:06 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menjelang pemberlakuan perjanjian Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Desember 2015,ternyata tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih berada di bawah Thailand, bahkan Filipina.

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S Soetiono mengatakan, menjelang MEA 2015, OJK menargetkan bisa fokus pada upaya meningkatkan literasi keuangan di masyarakat. "Tingkat literasi keuangan kita masih di bawah Thailand dan Filipina.Kami optimistis bisa memperbaiki, kalau kami menggarap program-program secara konsisten," ujar Kusumaningtuti di Jakarta, Rabu (2/7/2014).

Menurut Kusumaningtuti yang kerap disapa Tituk ini, kelancaran untuk mendorong masyarakat yang melek keuangan ini sangat tergantung pula pada konsistensi para pemangku kepentingan yang lain, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hingga pelaku industri jasa keuangan. "Lancar atau tidaknya koordinasi untuk meningkatkan literasi keuangan sangat tergantung pada Kemendikbud," terangnya.

Namun demikian, sambung Tituk, upaya meningkatkan literasi keuangan secara optimal akan mustahil bisa tercapai dalam kurun lima tahun ke depan. Pasalnya, kata dia, di tingkat perdesaan terdapat lebih dari 62% masyarakat yang buta mengenai jasa keuangan.

"Harapannya saat ini, tingkat literasi di segmen mahasiswa dan pelajar bisa meningkat. Dari hasil survei OJK, hanya 28% tingkat literasi di kalangan pelajar dan mahasiwa," ucap Tituk.

Dia mengungkapkan, upaya pengenalan tentang jasa keuangan akan diarahkan pada pendidikan mengenai perbankan, sekuritas, lembaga pembiayaan, asuransi, dana pensiun, pegadaian dan tenang OJK itu sendiri.

"Pada enam industri tersebut, kami akan mengenalkan produk dan layanannya. Kalau untuk OJK, kami akan mengenalkan tentang kelembagaan, wewenang dan komisionernya," ujarnya.

Pada 14 Juni mendatang, jelas Tituk, OJK dan Kemendikbud akan memulai pelaksanaan pengayaan Kurikulum 2013 dengan materi tentang jasa keuangan untuk tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA). "Sementara untuk SMA dahulu, selanjutnya akan menyusul ke tingkat SMP dan Sekolah Dasar," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: