SBY minta maskapai hindari jalur penerbangan konflik

Jum'at, 18 Juli 2014 | 13:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengimbau kepada maskapai penerbangan nasional yang memiliki rute penerbangan internasional agar menghindari melewati jalur atau daerah konflik.

Hal itu disampaikan presiden saat menggelar konferensi pers, Jumat (18/7/2014), menyusul peristiwa jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH-17 di area konflik Ukraina, pada Kamis (17/7/2014), yang diduga akibat terkena tembakan rudal. Dalam kejadian itu, seluruh penumpang dan kru sebanyak 298 orang tewas.

"Kami juga menghimbau kepada seluruh warga negara Indonesia yang menggunakan jasa penerbangan bisa memastikan pesawat yang ditumpangi tidak melewati daerah konflik, di Ukraina dan jalur Gaza," jelas SBY.

Dalam kesempatan itu SBY atas nama pribadi sekaligus mewakili seluruh rakyat Indonesia, juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17.

Seperti diketahui, pesawat Malaysia Airlines MH17 yang berisi 298 orang berangkat dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur. Namun di atas udara Ukraina timur pesawat tersebut jatuh. Data sementara ada 12 WNI di dalamnya. Namun ada 41 penumpang lain yang belum terverifikasi.

Menurut SBY, saat ini Kementerian Luar Negeri dan sejumlah kedutaan besar Indonesia di Belanda, Ukraina dan Malaysia terus melakukan identifikasi resmi. "Berapa banyak, berapa warga negara Indonesia (di dalam MH17)," kata SBY. kbc10

Bagikan artikel ini: