Pesawat hilang dan jatuh, saham Malaysia Airlines akhirnya 'diparkir'

Jum'at, 8 Agustus 2014 | 14:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sejak Kamis (7/8/2014) kemarin, perdagangan saham Malaysia Airlines Sistem Bhd (MAS) dihentikan untuk sementara waktu. Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (8/8/2014), perusahaan penerbangan milik pemerintah Malaysia itu dihentikan pada pukul 09.00 waktu setempat. Tidak disebutkan berapa lama jangka waktu penghentian sementara perdagangan saham MAS.

Saham MAS dihentikan di posisi harga 0,24 sen ringgit, pada Kamis (7/8/2014). Sumber Reuters menyebutkan, penghentian sementara perdagangan saham MAS membuka jalan bagi rencana Khazanah Nasional Bhd, salah satu BUMN Malaysia untuk merestrukturisasi kondisi MAS dengan membeli seluruh saham. Sejauh ini, Khazanah masih menjadi pemegang saham mayoritas yakni 69 persen.

Dilansir BBC, Khazanah berniat menambah kepemilikan sahamnya di MAS dengan membeli 12,5 persen saham dengan harga per lembar 0,24 ringgit. Saham MAS anjlok hingga 40 persen dalam sembilan bulan terakhir. Pada periode Januari-Maret 2014, kerugian MAS meningkat hingga 59 persen.

Prospek bisnis Malaysia Airlines menurun setelah dua kejadian yang menimpa pesawat MH370 yang hilang pada 8 Maret dan pesawat MH17 yang ditembak jatuh pada 17 Juli di wilayah perbatasan Ukraina dan menewaskan 298 orang. "Insiden tersebut memaksa pemerintah merestrukturisasi maskapai," kata sumber Reuters.

Langkah penghentian sementara perdagangan saham MAS di bursa Malaysia membuka peluang bagi Khazanah dengan Perdana Menteri Najib Razak sebagai pimpinannya, untuk membangkitkan kembali yang selama ini merugi. Caranya dengan menjual unit maskapai, pemangkasan gaji dan pembenahan manajemen. kbc10

Bagikan artikel ini: