Melambat, pertumbuhan kredit UMKM di Jatim hanya 15,93%

Jum'at, 29 Agustus 2014 | 21:38 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Bank umum di Jatim masih getol menyalurkan kredit untuk sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) meski pertumbuhannya cenderung melambat. Data Bank Indonesia (BI) mencatat Kredit yang disalurkan untuk sektor UMKM di Jatim pada Triwulan II/2014 mencapai Rp 92,28 triliun atau tumbuh melambat sebesar 15,93% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini cenderung melambat jika dibandingkan Triwulan I/2014 dimana penyaluran kredit UMKM di Jatim bertumbuah 19,12% secara year-on-year (yoy).

"Perbankan di Jatim terus berperan aktif dalam meningkatkan peran UMKM dalam mendukung perekonomian daerah. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya upaya peningkatan penyaluran kredit kepada sektor UMKM," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV jatim, Dwi Pranoto, kepada wartawan, Jumat (29/8/2014).

Proporsi penyaluran kredit UMKM terbesar disalurkan untuk kredit mikro dengan jumlah rekening sebanyak 1,5 juta, disusul kredit usaha kecil sebanyak 174.355 rekening, dan terkecil untuk usaha menengah sebanyak 52.619 rekening.

Jumlah kredit yang disalurkan ke sektor UMKM adalah sebesar 87% kepada usaha mikro, 3% usaha menengah, dan 10% usaha kecil. Sedangkan berdasarkan klasif isikasi penyaluran kredit berdasarkan lapangan usaha, Kredit UMKM yang disalurkan untuk sektor Pertanian hanya mencapai 6,88% atau sebesar Rp 6,35 triliun dengan 1,76 juta rekening. Padahal jumlah UMKM di sektor pertanian mencapai 60,25% dari total UMKM atau sebanyak 4.112.443 usaha. Sementara untuk kredit UMKM yang disalurkan diluar sektor Pertanian mencapai 93,12% atau sebesar Rp 85,94 t riliun (1,5 juta rekening) .

Bank Pemerintah mendominasi proporsi penyaluran kredit UMKM di Jatim yang mencapai 57% dengan nominal sebesar Rp 52,56 triliun. Disusul Bank Swasta dengan proporsi sebesar 42% dan nominal Rp 38,73 t riliun dan terkecil dari Bank Asing dengan nominal sebesar Rp 980 miliar atau 1% dari total kredit.

Proporsi penyaluran kredit dari Bank Swasta meningkat dari sebesar 40% pada triwulan I 2014 menjadi 42% pada Triwulan II 2014. "Ini mengindikasikan bahwa Bank Swasta mulai menganggap sektor UMKM di Jatim, dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan bisnis ke depannya," kata Dwi.

Apabila ditinjau berdasarkan lokasi proyeknya, beberapa kabupaten/kota dengan penyaluran kredit UMKM terbesar adalah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Malang, Kota Malang, Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi.

Kota Surabaya mencatat penyaluran kredit UMKM terbesar dengan nominal mencapai Rp27,26 t riliun atau 29,61% dari total kredit UMKM Jatim. Sementara itu, kredit UMKM yang disalurkan kepada UMKM yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo pada periode laporan mencapai Rp 6,47 triliun atau 7,03% dari total kredit lokasi proyek UMKM Jatim. Wilayah dengan jumlah penyaluran kredit UMKM terendah adalah Kota Batu dengan nominal Rp 399 miliar atau 0,43% dari total kredit UMKM. kbc8

Bagikan artikel ini: