Intel bajak eksekutif senior Qualcomm

Senin, 1 September 2014 | 08:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Persaingan antar perusahaan teknologi tampaknya bukan hanya dari inovasi produk saja. Bajak-membajak sumber daya manusia rupanya juga terjadi. Kali ini, raksasa pembuat prosesor asal Amerika Serikat, Intel, membajak seorang eksekutif senior dari perusahaan saingannya, Qualcomm.

Amir Faintuch, Presiden Qualcomm Atheros—lini bisnis konektivitas dan jaringan Qualcomm—akan diplot sebagai wakil presiden senior Intel dan general manager Platform Engineering Group.

Pembajakan ini di luar kebiasaan, karena selama ini Intel dikenal sebagai perusahaan Silicon Valley yang jarang merekrut eksekutif senior saingannya. Namun, Amir sangat dibutuhkan Intel sebagai upaya untuk memperkuat posisinya di sektor mobile.

Juru Bicara Intel Chuck Mulloy mengatakan Amir memiliki pengalaman desain system on chips atau SoCs—yang menggabungkan fitur modem, memori, dan Wi-Fi pada chip.

Selama ini Intel merajai pasar prosesor laptop dan dekstop, tetapi kurang pengalaman mendesain SoCs, yang digunakan secara luas di smartphone dan tablet.

“Kami ingin mempercepat keberhasilan SoCs dengan desain dan roadmap yang selaras. Selama ini, kami telah membuat kemajuan, tetapi masih banyak yang harus dilakukan,” kata Josh kepada Reuters, akhir pekan lalu.

Penurunan penjualan komputer dekstop dan laptop turut menggerus pendapatan Intel. Sementara Qualcomm merupakan pemimpin pasar pembuat prosesor smartphone yang sekarang berkembang pesat.

Prospek cerah inilah yang mendorong Anand Charaseker—eksekutif senior Intel yang telah bekerja selama 25 tahun—pada 2012 hengkang ke Qualcomm sebagai sebagai chief marketing officer. kbc10

Bagikan artikel ini: