Kadin Plan Indonesia targetkan 2.500 pemuda jadi pekerja terampil

Kamis, 11 September 2014 | 18:23 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kadin Jatim bersama Plan Indonesia terus berupaya mengungrangi angka pengangguran di Jatim, khususnya Surabaya. Dalam wadah bernama, Kadin Plan Indonesia, mereka bersepakat untuk menjadikan 2500 Kaum Muda di Suarabaya Raya sebagai pekerja terampil dan 300 kaum muda mulai menjalankan usaha sendiri.

Direktur Program Kadin-Plan Indonesia Edi Juwono Slamet mengatakan, program pemberdayaan ekonomi kaum muda yang dilaksanakan oleh Kadin Propinsi Jawa Timur bersama Sahabat UKM Jakarta bersama Plan Indonesia sejauh ini telah berupaya maksimal untuk membantu pemerintah untuk meminimalisir angka pengangguran yang masih cukup tinggi di Surabay. Untuk itu, Kadin Pland Indonesia senantiasa mengadakan pelatihan berbagai keahlian bagi kaum muda dengan usia antara w8 tahun hingga 24 tahun.

Selain itu, untuk mempermudah proses pelatihan dan mempermudah penempatan mereka untuk bekerja dan mendapatkan gaji sesuai dengan UMK, Kadin Pland Indonesia juga telah bekerja sama dengan 14 perusahaan yang bergerak di bidang persepatuan, ritel, garmen, umkm, cady golf dan lain sebagainya.

"Sampai saat ini, kami telah merekrut dan melatih sekitar 1.542 pekerja yang berusia antara 18 hingga 24 tahun. Bulan depan kami juga akan melatih dan menempatkan 200 pekerja di kab Nganjuk," ujar Edi Juwono saat acara workshop dengan tema Membangun kebersamaan dalam konteks pemberdayaan ekonomi kaum muda di Surabaya Raya yang digelar di Graha Kadin Jatim Surabaya, Kamis (11/9/2014).

Ia mengaku, selama proses pelaksanaan program yang berjalan hampir setahun ini, banyak sekali pembelajaran dan tantangan yang dihadapi. Tantangan tersebut dimulai dari proses sosialisasi dan mobilisasi kaum muda, pelatihan ketrampilan yang harus sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja dan pasar produksi, jaminan penempatan kerja dan kelanjutan usaha. Selain itu, tantangan lain juga muncul dari situasi dan kondisi ekonomi makro Indonesia.

"Tentu saja untuk menjamin keberhasilan dan keberlanjutann project tersebut, pasti tidak akan lepas dari peran dan fungsi pemerintah sebagai pemangku kewajiban yang utama. Untuk menyamakan persepsi dan meyatukan fikiran dalam membahas persoalan Pemberdayaan Ekonomi Kaum Muda, maka diperlukan sebuah forum bersama untuk mendiskusikan hal tersebut. Dan untuk tujuan itu kami menggelar workshop ini," ujarnya

Workshop diikuti oleh 50 peserta dari berbagai elemen, diantaranya Mitra Kadin Plan Indonesia, 14 perusahaan, Bapeda Jatim, Disnakertranduk Jatim, Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, Bapeda Kabupaten dan Kota Mojokerto, Surabaya,Sidoarjo, Gresik, dan Sahabat UKM.

"Selain untuk menyosialisasikan program, kegiatan ini juga akan membahas progress pemberdayaan ekonomi kaum muda dengan semua stake holder di Surabaya Raya2. Langkah ini untuk mencapai kesepakatan bersama mengenai isu keberlanjutan program pemberdayaan ekonomi kaum muda di Surabaya Raya3," katanya.kbc6

Bagikan artikel ini: