Pacu asuransi mikro, OJK perlonggar aturan keagenan

Rabu, 1 Oktober 2014 | 20:23 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal melonggarkan persayratan keagenan asuransi khususnya bagi produk asuransi mikro. Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah OJK, Moch Muchlasin, mengatakan produk asuransi mikro yang menyasar masyarakat kecil memang membutuhkan treatment khusus termasuk soal agen pemasarannya.

"Nantinya tidak perlu agen bersertifikat untuk bsia memasarkan produk asuransi mikro seperti halnya di produk asuransi konvensional. Kita bisa menggandeng lembaga-lembaga keuangan mikro seperti koperasi, Baitul Maal wat Tamwil (BMT), BPR dan BPRS, lembaga kredit desa, badan kredit kecamatan, Credit Union, maupun institusi lain seperti Pegadaian, bank umum, bank umum syariah, PT Pos dan sejenisya untuk menjadi agen pemasar produk asuransi mikro," katanya di sela sosialisasi produk asuransi mikro di Surabaya, Rabu (1/10/2014).

Meski tidak diharuskan mempunyai sertifikat khusus agen asuransi yang biasanya didapatkan dari pelatihan dalam jangka waktu lama dan berbiaya mahal, namun Muchlasin mengatakan tetap diperlukan edukasi bagi calon pemasar produk asuransi mikro.

Ia mencontohkan di Filipina dimana pemasar produk asuransi mikro hanya mendapat pendidikan singkat dalam hitungan hari.

"Kita bisa mengadopsi itu dimana pemasar produk asuransi mikro nantinya hanya diperlukan mengikuti kursus singkat selama 1 hari untuk masing-masing produk. Intinya dari kursus sigkat ini adalah untuk edukasi, bukan diberikan epnghitungan yang rumit speerti menjadi agen asuransi konvensional," paparnya.

Dengan melonggarkan persyaratan keagenan asuransi mikro, diharapkan jangkauan pemasaran bisa lebih luas untuk menjangkau masyarakat lapisan bawah di daerah terpencil.

OJK sendiri saat in sedang giat menggodok peraturan mengenai produk asuransi mikro bersama asosiasi perusahaan baik asuransi umum (AAUI), asuransi jiwa (AAJI) maupun asuransi syariah (AASI). Beberapa produk sudah dikenalkan di masyarakat seperti Asuransi Si Peci untuk asurnasi jiwa, asuransi Warisanku dan Rumahku untuk asurnasi umum, dan asuransi si Bijak untuk asuransi berbasis syariah.

Premi yang dipatok untuk asuransi mikro rata-rata maksimal sebesar Rp 50 ribu setahun. Saat ini sudah ada 28 perusahaan asuransi yang mempunyai produk mikro dengan total premi mencapai Rp 1,8 trilun dengan 5,1 juta pemegang polis sampai Semester I/2014.

"Asuransi mikro yang saat ini sudah beredar di masyarakat rata-rata adalah asuransi untuk kredit yang disalurkan melalui pembiayaan mikro. Kedepan kami ingin asuransi mikro untuk produk asuransi umum, asuransi jiwa dan lainnya," ujarnya. kbc8

Bagikan artikel ini: