Stabilitas keuangan diklaim masih solid

Senin, 6 Oktober 2014 | 20:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah mengklaim kondisi stabilitas sistem keuangan pada triwulan III-2014 masih solid. Padahal Indonesia mengalami sentimen global dan domestik yang mempengaruhi fluktuasi pasar keuangan.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, hasil kajian terhadap perkembangan makro ekonomi, fiskal, pasar keuangan dan sektor jasa keuangan pada triwulan III menunjukan situasi masih terkendali. "Masih dalam kontrol. Sejalan dengan apa yang diperkirakan," ujar Chatib ketika memberikan keterangan pada Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) terkait Perkembangan Sistem Keuangan Terkini, Senin (6/10/2012).

Stabilitas sistem keuangan ditopang oleh ketahanan sistem perbankan dan relatif terjaganya kinerja pasar keuangan. Pergerakan nilai tukar rupiah, pasar saham dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) cukup berfluktuasi mengikuti dinamika perekonomian global maupun domestik.

Sentimen global berasal dari rencana the Fed menaikan Fed Funds Rate yang lebih cepat dari perkiraan. Sentimen global juga berasal dari perlambatan perekonomian Tiongkok dan gejolak di Ukraina dan Timur Tengah dan perlambatan harga komoditas. "Perlu dilakukan langkah-langkah reformasi struktural agar isu defisit transaksi berjalan dapat diatasi," ujar dia.

Sedangkan dari sisi domestik, sentimen pasar dipengaruhi rencana kenaikan harga BBM dan respons investor terhadap dinamika politik dalam negeri, khususnya terkait UU Pilkada. Pelemahan kurs tersebut berpotensi pada membesarnya defisit fiskal. Chatib mengatakan, defisit fiskal akan terus dijaga pada level 2,4%.kbc11

Bagikan artikel ini: